Seperti Ini Dampak Limbah Elektronik pada Lingkungan

Written by

in

7cloud.asia – Sampah elektronik atau limbah elektronik, dianggap sebagai “bom waktu” di dunia yang terglobalisasi saat ini.

Sampah atau limbah elektronik ini mencakup perangkat elektronik yang tidak diinginkan, tidak berfungsi, atau telah mencapai akhir “masa manfaatnya”.

Tingkat produksi limbah elektronik tahunan secara bertahap meningkat. China adalah produsen limbah elektronik terbesar, diikuti oleh Amerika Serikat yang memiliki tingkat daur ulang hanya 17,4 persen.

Penyebab mendasar dari peningkatan tercepat produksi limbah elektronik adalah kebutuhan masyarakat yang tidak terpuaskan akan perangkat teknologi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menciptakan ungkapan “tsunami limbah elektronik” untuk menggambarkan situasi kritis yang kita hadapi.

 

Baca: KLHK targetkan emisi nol dari sektor sampah pada 2050

Meskipun menjamurnya perangkat elektronik merupakan salah satu komponen yang memicu masalah ini, perangkat-perangkat tersebut berpotensi menjadi sangat penting dalam menemukan solusi.

Jika kita hidup di dunia yang lebih digital dan lebih terhubung, dunia akan dapat mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan lebih cepat.

Selain itu, hal ini akan memungkinkan negara-negara berkembang untuk mendapatkan manfaat dari peluang yang belum pernah mereka dapatkan.

Pada tahun 2021, jumlah total limbah elektronik yang diproduksi adalah 57,4 juta ton. Selain itu, seiring berjalannya waktu, jumlah totalnya meningkat rata-rata sekitar 2 juta ton per tahun.

Para ahli memperkirakan akan ada total 347 metrik ton limbah elektronik yang tidak didaur ulang secara global pada akhir tahun ini.

Baca: Mayoritas air tanah di Jakarta tercemar logam berat

Hanya 17,4 persen dari limbah elektronik yang dikumpulkan dan didaur ulang dengan benar, data mengkhawatirkan yang dengan jelas menunjukkan bahwa sebagian besar limbah elektronik dibuang ke tempat pembuangan sampah tanpa mempertimbangkan prosedur daur ulang dan dampak buruknya terhadap ekologi planet ini.

Dampak Lingkungan Limbah Elektronik
Inspeksi Kontaminasi Tanah menunjukkan bahwa ada kemungkinan bahwa tanah di wilayah sekitar limbah elektronik dapat terkontaminasi karena tingginya kadar timbal dan merkuri dalam bahan-bahan tersebut.

Menurut Geneva Environment Network, yang menganalisis dampak limbah elektronik terhadap lingkungan, elemen dan bahan yang digunakan dalam pembuatan perangkat elektronik sangat berbahaya bagi planet kita.

Begitu sampah-sampah tersebut dibuang ke tempat pembuangan sampah, khususnya pada bulan-bulan hangat, sampah-sampah tersebut dibiarkan begitu saja meresap ke dalam tanah. Bertahun-tahun mungkin berlalu selama proses ini.

Baca: Ilmuwan AS gunakan jamur dan tanaman untuk atasi polusi tanah

Salah satu dampak negatif besar terhadap lingkungan disebabkan oleh pemanasan limbah elektronik yang mengakibatkan pembuangan senyawa beracun seperti timbal, kadmium, dan berilium ke udara.

Setelah itu, ada kemungkinan zat beracun tersebut meresap ke dalam air tanah, sehingga dapat mempengaruhi spesies air dan darat.

Ketika limbah elektronik masih utuh di tempat pembuangan sampah, tanah di sekitarnya akan terkontaminasi dengan zat berbahaya seperti merkuri, kadmium, dan timbal yang menyebabkan beberapa penyakit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, beberapa dampak buruk terhadap kesehatan disebabkan oleh paparan limbah elektronik seperti dampak negatif pada kelahiran seperti kelahiran prematur, perubahan fungsi paru-paru, dan masalah pernapasan.

Dan tantangan-tantangan ini muncul dari hari ke hari. Selain itu, pengumpulan dan daur ulang limbah elektronik yang tepat dapat melindungi dan memelihara lingkungan dan kesehatan manusia.

Sumber:earth.org

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *