Lampung Kembangkan Wisata Hutan dengan Minat Khusus

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah mengembangkan kawasan hutan di daerahnya menjadi tempat wisata untuk menarik wisatawan atau wisata hutan dengan minat khusus.

Pengembangan wisata hutan dengan minat khusus ini akan memanfaatkan perhutanan sosial yang ada di Provinsi Lampung.

“Sesuai arahan Penjabat Gubernur Lampung disini nanti, akan ada pengembangan potensi kawasan hutan yang tergabung dalam perhutanan sosial selain dengan pemanfaatan komoditi saja,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah di Bandarlampung, Rabu (9/10/2024)

Ia mengatakan pengembangan potensi hutan itu dilakukan dengan memanfaatkan wisata dalam kawasan hutan yang tetap menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai kawasan konservasi flora dan fauna.

Baca: Mengenal hutan tropis terluas di dunia bernama Amazon

Yanyan mengatakan, wisata dalam kawasan hutan sangat menarik dan menantang untuk dikembangkan maka pihaknya akan memanfaatkan potensi itu secara optimal.

“Walaupun nantinya bertujuan bukan menjadi wisata massal. Tapi wisata dengan minat khusus yang harganya, seharusnya lebih baik nilainya dari pada wisata massal,” katanya.

Dia menjelaskan di Provinsi Lampung saat ini sudah beroperasi beberapa tujuan wisata hutan yang dikelola oleh masyarakat, akan tetapi masih bersifat massal.

“Walaupun skalanya memang masih massal, tapi kami akan mengarahkan supaya masyarakat di pinggir kawasan hutan bisa meningkatkan kualitas destinasi wisata hutan yang dikelola serta meningkatkan pelayanannya,” ucap dia.

Baca: Indonesia punya dua hutan tropis terluas di dunia

Ia melanjutkan dengan adanya peningkatan kualitas dan pelayanan di destinasi wisata hutan itu akan meningkatkan pula nilai jual destinasi.

Walaupun jumlah wisatawan yang dilayani akan terbatas karena eksklusif bagi wisatawan yang gemar menjelajah, meneliti sekaligus menikmati keindahan hutan tanpa merusak.

“Kami berharap dengan pengelolaan objek-objek wisata hutan dan masyarakat pinggir kawasan hutan bisa merasakan manfaat ekonomi dari situ serta akan mempertahankan bahkan meningkatkan kegiatan rehabilitasi hutan, agar kawasan hutan tidak rusak lagi,” katanya.

Menurut dia, kawasan hutan tidak hanya dimanfaatkan dari hasil pengelolaan lahan aja, akan tetapi juga bisa dari bentang alam, keindahan dari sumber daya alam yang ada.

Baca: Nilai ekonomi hutan mangrove

Kegiatan ini, lanjut Yanyan, merupakan lanjutan implementasi dari pelaksanaan Festival Hutan Lampung yang dilakukan tahun lalu sebagai bagian upaya pemerintah meningkatkan kinerja untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Jadi wisata hutan ini setidaknya bisa membantu mengedukasi wisatawan agar ikut serta menjaga hutan dengan merasakan langsung melimpahnya oksigen dan nyamannya suasana kalau hutan terjaga,” ujar dia.

Sumber:Antaranews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *