Seperlima Wilayah Jakarta Berada di Bawah Permukaan Laut, Seperti Ini Dampaknya pada Lingkungan dan Kehidupan Warganya

Written by

in

7cloud.asia – Salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi Jakarta adalah naiknya permukaan laut yang bisa menenggelamkan sebagian wilayahnya.

Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa sekitar 18-20 persen wilayah Jakarta telah berada di bawah permukaan laut, dan angkanya akan terus bertambah.

Pada 2022, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyorot kondisi ini lewat postingan di akun Instagramnya, @dinas_sda dan menyatakan kondisi permukaan laut lebih tinggi dari tanah Jakarta bukan mitos belaka.

“Jakarta memangnya lebih rendah dari permukaan laut? Bukan sekadar mitos! Bukan sebuah rahasia lagi bahwa wilayah di #PesisirnyaJakarta lebih rendah dari permukaan air laut,” demikian kata Dinas SDA seperti dilihat, Kamis (8/12/2022).

Dinas SDA menyebutkan dua faktor utama penyebab terjadinya kondisi tersebut. Pemanasan global (global warming) disebut menjadi faktor utama.

“Cairnya es di daratan Kutub Utara menyebabkan peningkatan volume air dan membuat permukaan air laut menaik sehingga banyak daratan di bagian dunia lainnya berpotensi tenggelam,”

“Kondisi ini juga diperburuk oleh penurunan muka tanah yang dipercepat oleh penggunaan air tanah yang masif dan luas,” tulis @dinas_sda dikutip detik.com.

Baca: Naiknya permukaan laut menjadi masalah serius bagi lingkungan

Melalui situs resminya, Dinas SDA menyatakan pada 2020 daerah Muara Baru, Jakarta Utara, permukaan tanahnya sudah hampir 1 meter di bawah permukaan laut.

Sehingga dibutuhkan tanggul laut yang dapat menahan air laut masuk ke daratan yang dibangun dalam Kegiatan NCICD (National Capital Integrated Coastal Development).

Pada 2021, berdasarkan penelitian yang dilakukan, sekitar seperlima wilayah Jakarta sudah berada di bawah permukaan air.

“Pada Tahun 2021 Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta bersama Institut Teknologi Bandung melakukan penelitian dengan hasil yang menyatakan bahwa sekitar 18-20 persen wilayah Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut, dan angkanya terus bertambah,” tulis @dinas_sda 

Dampak langsung dari naiknya permukaan air laut di Jakarta ini adalah risiko banjir yang semakin meningkat, yang selanjutnya akan mengancam ketahanan infrastruktur dan kehidupan sehari-hari warga Jakarta

Dalam laporan Greenpeace, The Projected Economic Impact of Extreme Sea-Level Rise in Seven Asian Cities in 2030, hampir 17 persen dari total luas daratan Jakarta berada di bawah level kenaikan muka air laut jika banjir 10 tahunan terjadi pada tahun 2030.

Baca: Pemanasan global mengakibatkan naiknya keasaman air laut

Bagian utara Jakarta paling berisiko terkena banjir akibat kenaikan muka air laut karena memiliki elevasi rendah.

”Area yang berpotensi terkena dampak adalah bangunan perumahan dan komersial, Monumen Nasional dan Balai Kota Jakarta, serta pusat perbelanjaan di sepanjang pantai,” tulis Sherina Redjo di laman resmi greenpeace.org.

Di sinilah keadilan kota menjadi isu utama, karena tak semua warga Jakarta memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari dampak kenaikan permukaan laut ini

Sementara sebagian warga mampu melindungi diri dengan membangun rumah yang lebih tinggi atau pindah ke wilayah yang lebih aman, banyak penduduk miskin tidak memiliki pilihan.

Mereka terjebak dalam siklus kerugian ekonomi, sosial, dan kesehatan. Ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan perubahan ini bukanlah semata-mata karena kekurangan sumber daya individu.

Kondisi ini akibat dari ketidaksetaraan sistemik yang membuat mereka terpinggirkan dalam perencanaan kota.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *