7cloud.asia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (4/9/2024) malam tetap bersikukuh bahwa Israel harus mempertahankan kontrol atas apa yang disebut sebagai koridor Philadelpia.
Kontrol Koridor Philadelpia yang terletak di sisi Gaza di area perbatasan dengan Mesir itu, disebut Netanyahu untuk mencegah Hamas menyelundupkan senjata ke Gaza.
Dan, sikap keras Netanyahu ini telah menjadi hambatan utama dalam perundingan yang bertujuan untuk menghentikan perang Israel-Hamas dan membebaskan sejumlah sandera.
Netanyahu menegaskan komitmennya untuk mengembalikan 101 sandera yang tersisa.
“Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk membawa mereka pulang. Namun meninggalkan Koridor Philadelphia tidak akan mempercepat pembebasan para sandera,” ujar Netanyahu.
Baca: Mesir tegas menolak kehadiran Israel di Koridor Philadelpia
Namun banyak warga Israel, termasuk menteri pertahanannya sendiri, mengatakan Israel harus melepaskan koridor tersebut, setidaknya untuk waktu yang singkat guna membawa kembali sisa sandera yang ditahan di Gaza.
Perdebatan terkait koridor tersebut mencapai puncaknya setelah pembunuhan terhadap enam sandera yang sedianya akan dikembalikan dalam keadaan hidup jika kesepakatan itu tercapai.
Israel menyerang Gaza setelah kelompok militan Hamas menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera 253 orang lainnya dalam sebuah serangan teror lintas batas pada tanggal 7 Oktober 2023.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan hingga tanggal 4 September sedikitnya 40.786 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan darat dan udara Israel.
Sementara 94.224 lainnya menderita luka-luka dan 80 persen wilayah tersebut luluh lantak akibat serangan Israel.
Baca: Perundingan gencatan senjata di Gaza berlangsung alot
Perang telah menyebabkan kehancuran yang meluas, memaksa sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza untuk meninggalkan rumah mereka, seringkali beberapa kali, dan menciptakan bencana kemanusiaan.
Hamas menuduh Israel memperlambat perundingan yang telah berlangsung berbulan-bulan dengan mengeluarkan tuntutan baru, termasuk untuk mempertahankan kontrol Israel atas koridor Philadelpia di sepanjang perbatasan Mesir dan koridor kedua yang membentang di Gaza.
Hamas telah menawarkan untuk membebaskan semua sandera sebagai imbalan atas berakhirnya perang, penarikan pasukan Israel secara menyeluruh dan pembebasan sejumlah besar tahanan Palestina;
Ini secara garis besar merupakan syarat-syarat yang diminta dalam kesepakatan yang diajukan oleh Presiden Joe Biden pada bulan Juli lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menjanjikan “kemenangan total” atas Hamas dan menyalahkan Hamas atas kegagalan perundingan.
Sumber: VOA Indonesia

Leave a Reply