Mengenal Marsono dan Saifulhaq Mayyazi, Penantang Calon yang Didukung Jokowi di Boyolali

Written by

in


7cloud.asia – Di tengah kesibukannya, Saifulhaq Mayyazi yang baru saja maju sebagai calon wakil bupati Boyolali di Pilkada 2024, sering mengisi waktu luang dengan bersepeda.

Hampir tiap akhir pekan bersama rekan gowesnya yang tergabung di ECC (Era Cycling Community) Saifulhaq Mayyazi bersepeda keliling kota.

Saat bersepeda itulah, terkadang Saifulhaq Mayyazi sering dihadapkan pada kondisi kampung halamannya, yang akhirnya menggerakkan hatinya untuk ikut andil membangun desa.

Oleh karenanya, pada Kamis (29/8/2024) Saifulhaq Mayyazi membulatkan tekad maju bersama mantan Ketua DPRD Boyolali, Marsono ikut berjuang mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Boyolali.

Marsono sebelumnya adalah Kepala Desa atau Kades Kemiri pada 2007-2011. Pada 2015, Marsono mencoba peruntungan dengan maju sebagai caleg pada Pemilu 2015 lewat PDIP.

Ia pun terpilih menjadi anggota DPRD Boyolali periode 2015-2019. Ia kembali maju sebagai caleg pada Pemilu 2019 dan terpilih lagi untuk periode 2019-2024. Pun demikian di Pileg 2024 lalu.

Baca: PDI Perjuangan dan PKS berkoalisi melawan calon dukungan Jokowi di Boyolali 

Sementara, Saifulhaq Mayyazi yang juga anak dari anggota DPR dari PKS, Abdul Kharis Almasyhari selama ini bekerja sebagai pengusaha.

Saifulhaq Mayazzi, dilahirkan sebagai anak kembar. Dari sang ayah, dia mewarisi darah pejuang pasukan Diponegoro, karena konon leluhurnya dulu salah satu komandan pasukan sang Pangeran Perang Jawa.

Sementara dari sang ibu mengalir darah Resodimejan Kragilan, di mana jantung Laskar Tentara Pelajar Boyolali berada.

Sedari kecil orangtuanya memberinya bekal pendidikan yang kuat. Pendidikan sekolah dasar ditempuhnya dengan naik kendaraan umum dari kontrakan orang tuanya di pinggiran kota Surakarta.

Sementara pendidikan tingkat atasnya sesuai wasiat sang kakek sebagai seorang ulama sepuh NU, ia lalui dengan nyantri di sebuah ponpes di Kuningan Jawa Barat.

Karena minat dan kemampuannya, ia berhasil lolos saringan masuk Universitas Gadjah Mada. Ia lulus mengantongi gelar Sarjana Ilmu Komputer.

Baca: Penganiayaan terhadap pendukung Ganjar-Mahfud di Boyolali 

Selepas dari bangku sarjana, berkat kegigihannya pula ia diterima di sebuah universitas favorit di kota Wales Inggris dengan peminatan Teknologi Informasi.

Di sini, ia kembali mampu lulus dengan sempurna hingga tersemat gelar MSc di belakang namanya.

Sepulang dari pengembaraan ilmu, bersama dengan rekan-rekannya ia turut membuka lapangan kerja dengan merintis usaha penerbitan dan percetakan.

Dari kiprahnya itulah ia akhirnya diamanahi sebagai Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Jawa Tengah.

Dan, kini ia coba menapaki jalan baru dalam hidupnya dengan menjadi calon wakil bupati Boyolali.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *