Sambut Hari Konservasi Alam Nasional, APP Japan Ltd. Hijaukan Tahura Sultan Syarif Hasyim

Written by

in

7cloud.asia – Menyemarakkan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati pada 10 Agustus setiap tahunnya, dilakukan penanaman bibit pohon secara simbolis di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim, Riau.

Penanaman bibit pohon di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim, Riau ini didukung oleh APP Japan Ltd. dan dilaksanakan pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Adapun jenis bibit pohon yang digunakan adalah balangeran (Shorea balangeran). Jenis tersebut termasuk dalam kategori pohon langka yang perlu dilestarikan.

Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan menuturkan bahwa kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim merupakan kawasan konservasi alam yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1999.

Baca: Enam cara terlibat langsung dalam konservasi alam

Tahura Sultan Syarif Hasyim secara keseluruhan memiliki luas lebih dari 6.000 hektare.

Sayangnya saat ini sebagian besar wilayah tersebut telah mengalami deforestasi dan degradasi akibat alih fungsi lahan, aktivitas ilegal seperti perambahan lahan, pembalakan liar dan lain sebagainya.

Sri mengatakan, pihaknya terus menjaga dan memulihkan fungsi kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim melalui kegiatan perlindungan dan restorasi hutan.

“Upaya ini tentunya tidak bisa kami lakukan sendiri, namun perlu adanya kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak,“ ujarnya.

Dia mencontohkan, program yang digagas bersama Belantara Foundation dan pemangku kepentingan di Jepang pada pertengahan 2022 lalu, yaitu Forest Restoration Project: SDGs Together untuk memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi.

Baca: LaporIklim ajak masyarakat terlibat langsung dalam aksi iklim

Chief Executive Officer Vanfu, Takayuki Suto mengatakan secara pribadi dia ingin melihat permasalahan lingkungan dapat ditangani dengan baik.

Salah satu cara yang dilakukan adalah menanam dan merawat pohon, sehingga generasi yang akan datang dapat menikmati kehidupan di alam yang lebih lestari dan berkelanjutan.

“Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan bersama Belantara Foundation dan pemangku kepentingan lainnya memberikan pembelajaran yang amat mendalam sehingga Vanfu akan selalu berupaya untuk mendukung gerakan penanaman pohon ini secara berkelanjutan,” ujarnya.

Representative Director APPJ, Tan Ui Sian mengatakan bahwa program Forest Restoration Project: SDGs Together bersama APP Group dan Belantara Foundation sejak pertengahan tahun 2020 ini mampu meningkatkan kesadaran (awareness) multi-stakeholders di Jepang.

Baca: Kebijakan iklim era Jokowi dinilai jauh dari prinsip keadilan iklim

Tan menjelaskan bahwa pihaknya akan lebih gencar mengajak multi-stakeholders di
Jepang untuk berpartisipasi dan mendukung program Forest Restoration Project: SDGs Together ini.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna mengatakan saat ini dunia sedang menghadapi krisis lingkungan yang meliputi perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati.

Menanam dan merawat pohon menjadi aksi kecil namun berdampak besar bagi lingkungan, karena dapat membantu mengatasi krisis lingkungan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *