7cloud.asia – Ancaman kebakaran hutan yang semakin meningkat, baik dalam frekuensi maupun intensitas, di wilayah Mediterania Timur sangat terkait dengan perubahan iklim
Peneliti senior di Yayasan Penelitian dan Teknologi-Hellas, Athanasios Nenes menyebut kurangnya curah hujan yang cukup dan pola panas ekstrem sebagai alasan utama peningkatan kebakaran hutan di Yunani dan Mediterania Timur.
Kita, ujarnya, semakin sedikit mendapatkan hujan. Saat hujan turun, itu sering kali terjadi dalam bentuk kejadian ekstrem, termasuk badai dan banjir.
”Jadi, air cepat mengalir dan tidak terserap oleh tanah dan ekosistem. Ini benar-benar masalah besar,” kata Nenes, yang juga direktur Laboratorium Proses Atmosfer di Universitas Politeknik Lausanne.
“Di Mediterania, baik air laut maupun air tanah mengalami suhu yang sangat tinggi. Ketika air sangat hangat, itu juga cenderung memperkuat panas di daratan, karena air berfungsi sebagai penampung panas,” jelasnya.
Baca: Kebakaran hutan di Yunani tewaskan puluhan orang
Ia menambahkan, peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan membuat wilayah Mediterania rentan terhadap lebih banyak kebakaran karena tanah tidak punya waktu untuk pulih.
Kelebihan kunjungan wisatawan dan penggunaan praktik pertanian yang sudah usang yang mengonsumsi terlalu banyak air juga mengeringkan tanah, yang pada akhirnya menyebabkan lebih banyak kebakaran hutan, tambahnya.
Tentang dampak kebakaran hutan terhadap alam, Nenes mengatakan kebakaran tersebut membakar vegetasi alami yang penting untuk mempertahankan kelembaban dan mengurangi banjir.
Kebakaran hutan juga menghancurkan flora dan fauna yang merupakan komponen penting dari ekosistem.
Untuk kesehatan manusia, dia menekankan bahaya serius dari asap yang dikeluarkan oleh kebakaran hutan.
“Ketika hutan terbakar, Anda melepaskan sejumlah besar partikel yang kaya akan senyawa karsinogenik. Ketika Anda menghirup partikel-partikel ini, tubuh Anda mengalami peradangan dari dalam, akibat stres oksidatif,” katanya.
Baca: Perubahan iklim akibatkan gelombang panas di Eropa semakin ganas
“Partikel-partikel ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan menyebabkan diabetes, penuaan dini, masalah paru-paru, dan sesak napas.”
Nenes juga menunjukkan adanya hubungan langsung antara kebakaran hutan dan perubahan iklim.
“Banyak peneliti telah menunjukkan bahwa tanpa masalah iklim, kita tidak akan mengalami kebakaran hutan besar-besaran seperti sekarang. Mungkin masih ada beberapa kebakaran, karena ini adalah fenomena alami, tetapi tidak seperti yang kita alami sekarang,” katanya.
Dia menekankan perlunya tindakan di tingkat individu dan negara, seperti meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan publik.
Orang-orang harus diimbau untuk tidak menyalakan api kecil di hutan, dan perlu ada lebih banyak investasi dalam teknologi baru untuk respons cepat, kata Nenes.
“Selain itu, solusi paling efektif adalah mengurangi emisi karbon dioksida, emisi gas rumah kaca, dan benar-benar mencapai titik di mana kita tidak lagi mengalami pemanasan,” pungkasnya.
Sumber: Antaranews.com/Anadolu-OANA

Leave a Reply