Riset: 60 Perusahaan Global Bertanggung-jawab atas Separuh Sampah Plastik Dunia

Written by

in

7cloud.asia – Sebuah penelitian terbaru menyoroti kontribusi merek-merek global yang memproduksi sampah plastik terbesar di dunia.

Dari penelusuran yang dilakukan terungkap, sebagian besar sampah plastik global disumbang hanya oleh 60 perusahaan.

Analisis yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances mengungkapkan bahwa 56 perusahaan menyebabkan lebih dari 50 persen sampah plastik global di 84 negara selama rentang lima tahun (2018 hingga 2022).

Sampah plastik lainnya tidak memiliki merek yang jelas, sehingga menimbulkan pertanyaan potensial tentang praktik pelaporan perusahaan.

“Hal ini menunjukkan sangat, sangat, sangat perlunya transparansi dan ketertelusuran,” kata peneliti polusi plastik dari Pusat Ketahanan Stockholm, Patricia Villarrubia-Gómez, salah satu penulis laporan penelitian tersebut, kepada The Guardian.

Baca: Temuan sampah plastik dari aksi bersih-bersih sungai

Penelitian tersebut mencatat bahwa lima merek menyumbang 24 persen sampah plastik bermerek, dengan 11 persen dari total tersebut berasal dari Perusahaan Coca-Cola, PepsiCo, Nestlé, Danone, dan Altria menempati posisi lima besar.

“Industri sering menaruh tanggung jawab pada individu,” kata pakar polusi plastik dari 5 Gyres Institute, Marcus Eriksen, yang juga penulis penelitian, kepada The Guardian.

Padahal, lanjutnya, pengemasan dan penerapan model pengiriman barang sekali pakai inilah yang menyebabkan banyaknya sampah plastik.

Mengapa temuan tentang sampah plastik global ini penting? Mayoritas plastik terbuat dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan bensin.

Baca: Penanganan sampah plastik harus dilakukan dari sumbernya

Sehingga produksi bahan plastik berkontribusi terhadap kualitas udara yang tidak sehat dan pemanasan berlebih yang berbahaya bagi planet Bumi.

Ketika plastik non-biodegradable terurai selama puluhan hingga ratusan tahun, plastik tersebut menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Sampah plastik menjadi bahaya bagi satwa liar dan mencemari lingkungan dengan racun ketika plastik tersebut terurai menjadi partikel kecil yang dikenal sebagai mikroplastik.

Para ilmuwan masih menyelidiki dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia, namun tampaknya hal tersebut tidak memberikan manfaat apa pun bagi kita.

Baca: Pawai bebas plastik sukses bangun kesadaran konsumen

Sebuah penelitian baru-baru ini di The New England Journal of Medicine mengaitkan partikel tersebut dengan peningkatan risiko stroke atau serangan jantung pada penderita penyakit jantung.

Sementara penelitian lain yang dilakukan oleh National Library of Medicine menunjukkan bahwa mikroplastik mungkin menjadi penyebab meningkatnya kasus kanker usus besar pada orang berusia di bawah 50 tahun.

Tim peneliti juga menyerukan penelitian lebih lanjut mengenai masalah yang ditimbulkan sampah plastik ini.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *