KLHK Akan Tutup Sementara Taman Nasional Komodo, Ini Alasannya

Written by

in


7cloud.asia – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menutup sementara Taman Nasional Komodo, di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025.

Pentupan Taman Nasional Komodo dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Komodo (BTNK)

“Memang betul Taman Nasional Komodo akan ditutup pertengahan tahun depan,” ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatf Ahli Utama Kemenparekraf Nia Niscaya dalam jumpa pers awal pekan ini.

Menurut Adyatama penutupan Taman Nasional Komodo itu dengan mempertimbangkan jumlah wisatawan yang berkunjung, manajemen destinasi serta daya tampung destinasi itu.

Rencana tersebut, diakuinya turut menghadirkan tantangan dalam mengedukasi masyarakat soal ekosistem tempat tinggal komodo yang butuh dibenahi.

Baca Juga: KLHK Dorong Angka Kelahiran 4 Satwa Prioritas di Taman Nasional Gunung Leuser

Rencana penutupan ini dinilai memiliki hal positif yakni menjadi upaya dalam membenahi kawasan destinasi dari aktivitas wisata.

Di sisi lain, lanjut dia, penutupan aktivitas wisata di TN Komodo memberi peluang dan efek bagi pelaku wisata untuk menghadirkan atraksi yang berbeda. Hal ini juga berdampak pada pemerintah sehingga dapat menghadirkan diversifikasi produk di luar TN Komodo.

“Di sana kan ada aktivitas snorkling, diving, desa wisata dan ada beberapa pulau yang harus kita siapkan,” ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan rencana penutupan sementara Taman Nasional Komodo ini takkan mempengaruhi target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan nusantara (Wisnus) di Tanah Air.

“Karena kita lihat Labuan Bajo ini mengembangkan daya tarik wisata lainnya selain Taman Nasional Komodo,” kata Sandiaga di sela menghadiri Wonderful Indonesia Co-Branding Forum II di Jakarta, Jumat (26/7/2024) malam.

Baca Juga: Taman Nasional Ujung Kulon dan Upaya Pelestarian Macan Tutul Jawa

Menurut Sandiaga, dengan adanya rencana penutupan sementara Kawasan Taman Nasional Komodo pada pertengahan 2025, maka NTT dapat mengembangkan objek wisata lainnya.

Dia mengatakan bahwa dengan ditutupnya Taman Nasional Komodo, pengunjung akan diarahkan ke objek wisata lain, yakni desa wisata yang ada di daerah tersebut.

Menurutnya, potensi desa wisata harus dikembangkan menyusul penutupan Taman Nasional Komodo. Pengembangan ini bertujuan agar desa wisata tersebut tetap mampu menarik dan memberikan pengalaman yang baik bagi para pengunjung.

“Kita mengarahkan ke desa wisata maupun juga di spot-spot lain di luar Taman Nasional Komodo,” ujarnya.

Menparekraf juga menekankan pentingnya menjaga dan mengelola desa wisata dengan baik agar tetap menarik dan bermanfaat bagi masyarakat setempat serta pengunjung yang datang.

Baca Juga: Taman Nasional Baluran Situbondo Bakal Ditutup Satu Bulan, Ada Apa?

Dengan demikian, penutupan Taman Nasional Komodo tidak akan mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

“Target kita memang memastikan carrying capacity atau daya tampung dari pada Taman Nasional Komodo yang sebesar 250 ribu ini tidak terlampaui. Itu Harapan Kita,” kata Menparekraf.

Secara umum, Kemenparekraf menargetkan kunjungan wisatawan domestik atau nusantara pada tahun 2024 mencapai 1,2 miliar-1,5 miliar orang, sedangkan untuk wisatawan mancanegara ditargetkan sebanyak 17 juta kunjungan.

Kemenparekraf juga telah menetapkan lima destinasi super prioritas meliputi Candi Borobudur, Mandalika, Danau Toba, Likupang dan Labuan Bajo.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur mengaku belum menerima informasi detail soal rencana penutupan sementara Kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat pada pertengahan 2025.

“Kalau soal rencana penutupan sementara Kawasan TN Komodo, kami belum mendapatkan informasi resmi dari pihak terkait,” kata Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Noldy Pelokila di Kupang, Kamis.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *