7cloud.asia – Dinas Bina Marga DKI Jakarta terus mempercepat penataan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, usai rampungnya pembongkaran tiang monorel di kawasan tersebut.
Penataan Jalan HR Rasuna Said untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pengguna jalan dan ditargetkan rampung sebelum HUT ke-499 Jakarta pada 22 Juni 2026 mendatang
Dalam sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, penataan koridor jalan HR Rasuna Said mengusung konsep complete street.
Konsep complete street ini menjadikan Jalan HR Rasuna Said sebagai ruang bersama yang inklusif dengan memperhatikan seluruh pengguna jalan secara seimbang, mulai dari pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, hingga kendaraan bermotor.
Melalui pendekatan ini diharapkan tercipta tata jalan yang lebih tertib, aman, ramah lingkungan, serta mendukung mobilitas berkelanjutan.
Baca: Pembongkaran Tiang Monorel di Jalan HR Rasuna Said Selesai Dikerjakan
Penataan utilitas dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga akan dilakukan pada ruas jalan HR Rasuna Said yang merupakan salah satu pusat bisnis di Jakarta.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, saat ini proses penataan masih terus berjalan dan difokuskan pada percepatan pekerjaan di lapangan.
“Percepatan dilakukan agar manfaat penataan Jalan HR Rasuna Said, khususnya untuk kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas pengguna jalan bisa lebih cepat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam penataan kawasan tersebut, jalur pedestrian di sisi timur akan diperlebar menjadi 4 hingga 7 meter mengikuti konsistensi lajur jalan. Sebelumnya, lebar trotoar berada di kisaran 4 meter.
Selain penataan trotoar, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga membenahi saluran air guna mengantisipasi genangan saat hujan.
Baca: Trotoar di Jakarta Belum Ramah untuk Kelompok Difabel
“Sementara untuk saluran air yang tadinya rata-rata berdimensi 80 sentimeter, kini diperbesar menjadi 120 sentimeter. Langkah ini merupakan upaya menjadikan Jalan HR Rasuna Said terhindar dari genangan air saat hujan turun,” katanya.
Wenny menyampaikan, meski pengerjaan belum rampung sepenuhnya, perubahan kondisi kawasan sudah mulai terlihat dan dirasakan masyarakat. Median jalan yang tadinya merupakan penyangga tiang-tiang monorel kini beralih fungsi menjadi badan jalan.
Ia mengatakan, jalur pedestrian di sejumlah titik juga mulai tertata menjadi lebih baik, termasuk penataan utilitas bawah tanah.
“Jalur pedestrian secara bertahap mulai tertata, tidak hanya lebih aman tetapi juga lebih estetis. Di bawah jalur pejalan kaki, jaringan utilitas telah mulai ditanam di bawah tanah, sehingga wajah kota menjadi lebih tertata tanpa kabel udara,” jelasnya.

Leave a Reply