7cloud.asia – Menteng, Kemang, atau Gandaria. Jika mendengarkan kata-kata ini mungkin pikiran kita langsung tertuju pada nama kelurahan atau kecamatan di Jakarta.
Tapi, tahukah Anda jika nama-nama Kelurahan/Kecamatan di Daerah Khusus Jakarta itu sebenarnya diambil dari nama tanaman khas Jakarta.
Berdasarkan Dokumen Profil Keanekaragaman Hayati Jakarta yang diterbitkan oleh Dinas
Lingkungan Hidup Jakarta pada 2018, terdapat 651 jenis tumbuhan yang ada di Kota Jakarta.
Selain itu terdapat 103 jenis tumbuhan atau tanaman yang masuk ke dalam Peraturan Gubernur atau Pergub DKI Jakarta Nomor 114 tahun 2018 tentang pengelolaan tanaman nusantara khas Jakarta.
Menurut PerGub Provinsi DKI Jakarta Nomor 114 tahun 2018 Tanaman Nusantara Khas Jakarta adalah jenis tumbuhan atau tanaman yang khas tumbuh dan menjadi identitas sebuah kawasan di Jakarta.
Baca: Mengenal Pasar Buku Kwitang
Akan tetapi, di lapangan keberadaan jenis tanaman khas Jakarta tersebut perlahan
sudah semakin jarang dijumpai.
Hal ini antara lain disebabkan alih fungsi lahan menjadi perumahan, perkantoran hingga gedung-gedung pencakar langit.
Padahal tanaman atau pohon tersebut memiliki banyak sekali manfaat penting bagi kehidupan, antara lain manfaat untuk kesehatan, ekologi, sosial dan ekonomi.
Manfaat pohon bagi kesehatan, antara lain dapat menyediakan oksigen untuk 2 – 10 orang dalam sehari serta menyerap karbondioksida dan polusi udara.
Adapun manfaat ekologi pohon, antara lain menjaga siklus hidrologi, mencegah berbagai jenis bencana alam, seperti banjir dan longsor, memitigasi perubahan iklim, menyediakan habitat dan sumber pakan bagi satwa liar.
Baca: Taman kota sebagai laboratorium keanekaragaman hayati perkotaan
Selain itu, manfaat sosial dan ekonomi, yaitu salah satunya sebagai sumber ketahanan pangan bagi masyarakat.
Dari kondisi inilah, dalam penanaman pohon yang dilakukan pada akhir Juni lalu dipilih tanaman menteng (Baccaurea racemosa), kemang (Mangifera kemanga), jambu air (Syzygium aqueum), mangga (Mangifera indica) dan petai (Parkia speciosa) untuk menghijaukan Hutan Kota Cilangkap.
Gerakan ini hasil kolaborasi Belantara Foundation dan Merck Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Munjul Sinambung dan KTH Cilangkap Subur Lestari.
Total 300 bibit dari 5 jenis pohon ini ditanam di Hutan Kota Cilangkap, pada Juni lalu.
Pemilihan jenis tanaman tersebut sebagai upaya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Jakarta dalam pelestarian tanaman nusantara khas Jakarta.
Baca: Tiga burung langka ditemukan di Taman Lapangan Banteng
Ketua Dewan Pengurus Belantara Foundation, Tachrir Fathoni dalam sambutan mengatakan bahwa gerakan menanam pohon seperti ini sangat relevan dengan salah satu pilar program Belantara yaitu restorasi atau pemulihan lahan.
Lebih dari itu, pohon yang sudah ditanam, harus dilakukan pemantauan dan perawatan untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup pohon tinggi.
Jika ada bibit yang layu atau mati, perlu dilakukan penyulaman atau mengganti bibit yang mati dengan yang hidup demi mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus mengajak dan berkolaborasi dengan multipihak, salah satunya dengan
melibatkan sektor swasta untuk mendukung gerakan pemulihan lahan yang terdegradasi karena kolaborasi kunci keberhasilan program restorasi,” ujar Tachrir.
Plant Director PT Merck Tbk, Arryo Aritrixso Wachjuwidajat mengungkapkan, pohon yang ditanam adalah tanaman nusantara khas Jakarta, yang artinya mendukung pelestarian biodiversity di Jakarta.
”Kami berharap pohon-pohon ini tidak hanya bermanfaat untuk memperbaiki lingkungan sekitar, tetapi juga akan meninggalkan warisan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Leave a Reply