Mampukah Indonesia Wujudkan Swasembada Gula pada 2028?

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah menargetkan Indonesia mampu swasembada gula pada tahun 2028 atau dalam waktu empat tahun mendatang.

Namun, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menilai upaya untuk mencapai target swasembada gula ini masih jauh panggang dari api.

“Semua upaya yang bisa dilakukan harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional yang akhir-akhir ini belum tercukupi,” tandas Aria saat membuka agenda Rapat Dengar Pendapat dengan BUMN Industri Perkebunan dan Kehutanan/PTPN III dan Perum Perhutani di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Diketahui, produksi gula dalam negeri hanya mampu mencapai 2,4 juta ton. Sedangkan, kebutuhan konsumsi dalam negeri sebesar 7 juta ton.

Baca Juga: Perubahan Iklim Berdampak ke Lahan Kering dan Mengancam Produksi Pangan

Ini artinya, produksi gula Indonesia kurang hanya sepertiga dari konsumsi gula dalam negeri.

Karena itu Aria meminta PT Perkebunan Nusantara III sebagai salah satu BUMN krusial yang bertanggungjawab mewujudkan target ini mengambil langkah antisipasi.

Pasalnya, saat ini Indonesia masih berhadapan dengan ketidakpastian situasi lokal dan global kerap menghantui.

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan PTPN III juga harus maksimal menerapkan program kerja supaya berjalan efektif sekaligus efisien.

Baca Juga: Hari Tempe Nasional 2024: Tempe Dicanangkan sebagai Pangan Generasi Emas Indonesia

“Perlu ada satu akselerasi yang cukup atraktif, apalagi situasi global yang semakin tidak menentu dengan berbagai perubahan geopolitik yang berakibat pada perubahan ekonomi, seperti produksi gula melalui berbagai upaya seperti revitalisasi pabrik gula yang harus kita kawal, meningkatkan produktivitas lahan tebu, dan mengembangkan varietas tebu unggul,” ucap Aria.

Dia juga berharap PTPN mempertahankan serta memperkuat hubungan kemitraan dengan kelompok petani tebu.

Selain menjaga sinergitas dan mengasah kompetensi para petani tebu, menurutnya, kemitraan ini akan berpengaruh positif terhadap persaingan usaha dan keberlanjutan industri tebu yang semakin sehat.

“Kita harapkan aktif membangun kemitraan terutama dengan petani tebu. Ini sudah 2024. Ingat, PTPN III diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan untuk memenuhi kebutuhan nasional,” imbuhnya.

Baca Juga: DPR Sayangkan Bulog yang Gelontorkan Beras Impor ke Sumbawa Saat Petani Panen Raya

Dengan swasembada gula, tentunya mengurangi impor apalagi diprediksi sampai akhir Desember ini akan terus mengalami penurunan nilai rupiah dan penguatan dolar.

Selama tiga tahun terakhir ini, Komisi VI konsisten mengawasi kemajuan dari upaya swasembada gula.

Turut menjadi sorotan publik, Aria Bima berharap PTPN III berkomitmen penuh untuk memastikan terpenuhinya konsumsi gula dalam negeri terpenuhi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *