Pasca Insiden Argo Bromo Tabrak Commuter Line: KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur

Written by

in

7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan akan menutup sementara operasional Stasiun Bekasi Timur sebagai imbas proses evakuasi dari insiden tabrakan antara kereta apir Argo Bromo dan KRL CommuterLine.

“Stasiun Bekasi Timur ini akan kita tutup sementara untuk CommuterLine. Sehingga layanannya itu akan hanya sampai di Bekasi saja,” kata Dirut KAI Bobby Rasyidin di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Terkait jumlah korban jiwa akibat insiden ini, Bobby menyebut sejauh ini sudah ada lima penumpang ditemukan meninggal dunia. Selain itu, masih ada tiga korban lain yang masih terjepit.

“Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3 orang,” ujar Bobby dilansir detik.com.

“Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS,” tambahnya.

Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat. Total terdapat 240 penumpang dalam kereta tersebut.

Bobby menyebut KAI membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi. Dia memastikan salah satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah bisa beroperasi usai taksi yang tertemper sudah dievakuasi.

“Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi ini dan seperti yang kita ketahui per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL yang tertemper taksi itu,” katanya.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) langsung menghentikan sementara operasional kereta api jarak jauh dari Jakarta menuju sejumlah kota di Pulau Jawa, menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Penghentian ini berlaku untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir, sebagai langkah untuk mempercepat proses evakuasi korban di lokasi kejadian.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kebijakan tersebut diambil agar seluruh sumber daya dapat difokuskan pada penanganan darurat.

“Kereta-kereta yang dari Jakarta, baik dari Pasar Senen dan Gambir malam ini kita setop untuk operasinya yang ke Jawa, sehingga ini akan mempercepat proses evakuasi,” ujar Anne di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.

Ia mengatakan, saat ini prioritas utama KAI adalah memastikan seluruh penumpang terdampak dapat dievakuasi dengan selamat, khususnya penumpang KRL yang masih dalam proses penanganan.

“Mengenai kejadian ini bagaimana, itu masih pasti akan ditelusuri oleh pihak-pihak terkait,” kata dia.

KAI juga telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur serta menyediakan layanan contact center 121 untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi.

Hingga kini, proses evakuasi masih terus berlangsung, dengan melibatkan petugas gabungan dari KAI, TNI-Polri, tenaga medis, hingga Basarnas.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *