Merayakan 497 Tahun Kota Jakarta: Mampukah Jakarta Mewujudkan Cita-cita Menjadi Kota Global

Written by

in

7cloud.asia – Hari ini, Sabtu 22 Juni 2024, genap 497 tahun Kota Jakarta. Perayaan hari jadi Kota Jakarta tahun ini berlangsung dalam suasana berbeda karena berlangsung di tengah proses pemindahan ibu kota ke IKN.

Menjelang pemindahan ibukota benar-benar dilakukan, Jakarta disiapkan menjadi daerah khusus. Meski menuai kontroversi, UU Daerah Khusus Jakarta telah disahkan guna menjadi dasar penyelenggaraan kota Jakarta.

Dengan adanya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, mengatur setelah tak lagi menjadi ibu kota maka Jakarta akan menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global.

Untuk menjadikan Jakarta kota global yang layak huni setelah tidak lagi menjadi ibu kota, Gubernur Jakarta perlu mengoptimalkan beberapa aspek penting dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.

Baca Juga: Sejarah Jakarta, Berawal dari Sunda Kelapa-Jayakarta-Batavia Lantas Jadi Jakarta

Ada beberapa hal krusial yang mendesak untuk ditangani oleh siapapun yang akan menjabat gubernur Jakarta kelak, yaitu:

1. Banjir
Banjir merupakan masalah klasik yang dihadapi Jakarta sejak dulu. Adanya 13 sungai dan makin berkurangnya daerah resapan membuat penanganan banjir bukan hal mudah.

Program normalisasi sungai dan perbaikan drainase tidak berjalan optimal. Pengerukan sungai dan pembangunan infrastruktur penanganan banjir memang terus dilakukan, tetapi berjalan lambat..

Di masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama, titik banjir berhasil dikurangi. Namun, sayang banyak program Ahok yang tidak dilanjutkan oleh penerusnya.

2. Kemacetan
Kemacetan menjadi masalah serius nomor dua yang dihadapi Jakarta. Namun, dibanding banjir kemacetan relatif lebih bisa ditangani dibanding banjir, karena tidak dipengaruhi alam.

Hanya butuh keseriusan dan kemauan untuk mengurai masalah ini. Implementasi program transportasi massal perlu ditingkatkan, selain juga pembatasan kendaraan bermotor di Jakarta.

Baca Juga: Metamorfosa Jakarta lewat Penataan Transportasi Publik

3. Pengelolaan sampah
Meski belum optimal, pengelolaan sampah di Jakarta mencapai sejumlah kemajuan. Antaralain dengan dibangunnya tempat pengolahan sampah terpadu, dan pembangunan pengolahan sampah dengan metode RDF.

Namun, penanganan sampah dan pemeliharaan kebersihan lingkungan masih menjadi masalah serius karena belum adanya kesadaran untuk mengurangi sampah.

Dikutip detik.com, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth juga menyoroti pekerja pengelola sampah yang tidak profesional.

“Warga sering kali mendapati sampah yang menumpuk dan lingkungan yang kotor, yang mengurangi kenyamanan dan kualitas hidup di Jakarta,” ungkap Kenneth.

4. Polusi udara
Polusi udara juga menjadi masalah serius di Jakarta. Setiap kali musim kemarau datang, kualitas udara Jakarta memburuk dan masuk kategori tidak sehat.

Tidak heran, jika Jakarta sering menjadi kota terpolusi di dunia. Meski demikian penanganan yang dilakukan tidak serius. Langkah-langkah yang dilakukan terkesan hanya bersifat adhoc dan tidak menyentuh akar permasalahan.

Baca Juga: Ibukota Pindah ke IKN Nusantara, Desain Kota Jakarta Akan Diubah Seperti Ini

5. Pelayanan publik belum merata
Kenneth menyoroti distribusi pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, masih belum merata. Fasilitas di beberapa wilayah masih kurang memadai.

“Banyak warga yang mengeluhkan sulitnya akses ke pelayanan kesehatan berkualitas dan pendidikan yang layak, terutama di daerah padat penduduk dan pinggiran kota,” jelasnya dikutip detik.com.

6. Perumahan dan kawasan kumuh
Kenneth menilai program perumahan untuk warga berpenghasilan rendah belum mencapai target.

Revitalisasi pemukiman kumuh belum menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam lima tahun terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta hanya mampu mengurangi 220 RW kumuh di Jakarta.

“Banyak warga yang tinggal di pemukiman kumuh merasa belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah dalam hal penyediaan perumahan yang layak,” kata Kenneth.

Karena itu Keneth meminta Pemprov DKI Jakarta fokus pada peningkatan infrastruktur, transportasi, pelayanan publik, pengelolaan lingkungan.

“Dan yang terakhir adalah pemberdayaan ekonomi adalah langkah-langkah kunci yang harus diambil untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global,” pungkasnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *