7cloud.asia – Terus berkecamuknya perang dan kelaparan akut karena terbatasnya bantuan kemanusiaan yang masuk, membuat warga Palestina di Jalur Gaza tidak dapat merayakan hari raya Kurban.
Musim panas lalu warga Palestina di Jalur Gaza masih bisa merayakan hari raya Kurban sebagaimana mestinya, yakni membagikan daging kurban pada mereka yang kurang mampu.
Namun, tahun ini, setelah berkecamuknya perang Israel-Hamas selama lebih dari delapan bulan, banyak keluarga Palestina yang kini terpaksa hanya makan makanan kaleng di tenda-tenda pengungsian yang penuh sesak.
Stok daging hampir tidak ada di pasar lokal. Tidak ada lagi uang untuk membeli makanan di Gaza, Palestina ini.
Baca Juga: Agresi Israel ke Gaza, Akibatkan Ribuan Warga Palestina Gagal Berhaji Tahun Ini
Warga Palestina hanya menyaksikan perang, kelaparan, dan penderitaan, yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
“Tidak ada Iduladha tahun ini,” ujar Nadia Hamouda, yang putrinya tewas terbunuh dalam perang.
Hamouda terpaksa meninggalkan rumahnya di bagian utara Gaza beberapa bulan lalu dan tinggal di sebuah tenda di pusat Kota Deir al Balah.
“Yang ada hanya kesedihan, tragedi, mereka yang mati syahid, semua kematian, rasa kehilangan orang-orang yang kami cintai. Kami tidak ada di rumah sendiri. Tidak ada Idul Adha tahun ini,” ujarnya dengan suara lirih.
Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Iduladha, atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, selama empat hari.
Baca Juga: Doa Jemaah Haji untuk Palestina: Semoga Gencatan Senjata Segera Terwujud di Gaza
Perayaan ini dimulai pada hari yang berbeda, dengan beberapa negara memulainya pada Minggu (16/6/2024) dan yang lainnya pada Senin (17/6/202).
Hari raya Kurban memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an.
Sementara itu, dalam tradisi Yahudi dan Kristen, Ibrahim diminta untuk mengorbankan putranya yang lain, Isak.
Sebelum perang Israel-Hamas pecah, Gaza memang merupakan wilayah yang miskin dan terisolasi, tetapi warga masih tetap dapat merayakan Hari Iduladha dengan memasang dekorasi berwarna-warni, memberikan hadiah kejutan bagi anak-anak.
Warga juga membeli daging atau memotong hewan kurban untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung.
Baca Juga: AS Ingatkan Israel, Dampak Negatif Jika Membiarkan Otoritas Palestina Runtuh
Hamouda mengenang perayaan Iduladha tahun lalu dengan mengatakan “ada kegembiraan dan suka cita di antara kami.”
Perang Israel-Hamas menghancurkan sebagian besar produksi pangan dan pertanian, membuat warga Palestina harus bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Warga Palestina juga tertahan dalam berbagai pembatasan yang diberlakukan Israel dan terus berkecamuknya perang.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan sedikitnya 37.266 warga Palestina tewas dan lebih dari 85.000 lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan Israel sejak Oktober tahun lalu.
Sumber:VOAIndonesia

Leave a Reply