7cloud.asia – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih menunggu hasil laboratorium guna memastikan penyebab meninggalnya balita MAB (2), warga Kecamatan Leles yang sebelumnya mengalami keracunan bersama 63 orang ibu dan balita lainnya.
Dilansir cianjurupdate.com, balita MAB dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026) sore. Pasien tersebut diduga menjadi korban keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (21/4/2026).
Sebelum meninggal dunia di RSUD Pagelaran, korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Leles. Namun, akibat kondisi kesehatan yang terus menurun, pihak puskesmas merujuk balita tersebut ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Balita MAB menghembuskan nafas terakhir dengan diagnosa karena syok septik, di mana sejak awal penanganan terdapat riwayat diare.
Syok septik adalah kondisi gawat darurat medis yang mengancam jiwa akibat infeksi parah (sepsis), yang menyebabkan tekanan darah turun drastis (hipotensi persisten) dan gangguan metabolisme seluler.
Baca: Keracunan massal MBG akibat mengejar kuantitas semata
Syok septik adalah komplikasi terberat sepsis yang ditandai dengan kegagalan fungsi organ dan tingginya risiko kematian
Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Sabtu, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah pasien tersebut meninggal akibat keracunan yang disebabkan mengonsumsi MBG atau tidak, karena masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan atau faktor lain. Kami segera umumkan setelah hasilnya keluar sekitar satu pekan ke depan,” katanya.
Dia menjelaskan, pascakejadian pihaknya memastikan puluhan korban keracunan sudah mendapatkan penanganan medis dan tetap mendapat pengawasan ketika sudah diperbolehkan pulang.
Pascakejadian, tenaga kesehatan di masing-masing desa juga akan memberikan pemantauan dan pengawasan kesehatan para korban
Baca: Warga menilai MBG lebih menguntungkan elit politik ketimbang rakyat kecil
Sementara Rumah Sakit Umum Daerah Pagelaran mencatat balita MAB meninggal dunia diduga akibat keracunan setelah mendapat perawatan selama 12 jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur RSUD Pagelaran Irfan Nur Fauzi mengatakan pasien balita itu datang dengan kondisi tidak stabil dan menjalani perawatan di IGD RSUD Pagelaran. Sebelumnya balita itu mendapat perawatan di Puskesmas Leles.
“Pasien balita ini rujukan dari Puskesmas Leles dan langsung mendapat penanganan di IGD karena kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, dan tangan serta kaki bengkak. Kami memberikan penanganan selama 12 jam,” katanya.
Seperti diberitakan, 63 balita dan ibu mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles. Sebagian besar kembali pulih, tinggal beberapa orang masih menjalani perawatan.
Sebagian besar mendapat perawatan di puskesmas dan sebagian kecil mendapat perawatan di bidan, klinik. Masih terdapat enam balita yang menjalani perawatan di puskesmas, sedangkan puluhan lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Baca: Anggaran BPOM untuk pengawasan MBG kalah dari anggaran kaus kaki BGN

Leave a Reply