OCHA: Krisis Iklim Picu Masalah Kemanusiaan di Afghanistan, Pakistan dan Sudan

Written by

in

7cloud.asia – Direktur Operasi Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) Edem Wosornu hari Kamis (23/5/2024) mengatakan situasi kkrisis iklim membuat kondisi kemanusiaan di Afghanistan “rentan”

Di mana, krisis iklim membuat 23 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Jumlah ini menurutnya lima kali lebih besar dibanding tahun 2019.

Wosornu mengatakan krisis iklim global telah menimbulkan dampak langsung terhadap warga Afghanistan dengan meluasnya kelangkaan pasokan air bersih.

Baca Juga: Korban Akibat Banjir di Brasil Bertambah menjadi 151 Orang, Disebut Bencana Iklim Terburuk

Kondisi ini selanjutnya menimbulkan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan gizi yang baru.

“Lebih dari 15 juta warga Afghanistan kini menghadapi kelangkaan pangan akut,” tambahnya.

Wosornu menjelaskan bahwa meskipun perempuan dan anak perempuan masih terus menghadapi diskriminasi, ia dan mitra-mitranya masih dapat menjalankan mandatnya.

Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Afghanistan 315 Orang, PBB Kaitkan dengan Perubahan Iklim

“Ada beberapa orang dalam komunitas yang secara de facto mendengarkan kami, meskipun ada juga yang menutup mata terhadap beberapa kegiatan yang kami lakukan,” ujarnya.

Lebih jauh ia juga melaporkan lawatannya ke Sudan di mana dampak krisis iklim dan perang telah membuat jutaan orang menghadapi risiko. “Jika kita kehilangan musim tanam, kita akan kehilangan banyak nyawa.”

Sumber:VOAIndonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *