Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mendorong Sirkularitas

Written by

in

7cloud.asia – Penerapan ekonomi sirkuler atau sirkularitas makin dilirik dan dibutuhkan demi mengurangi timbunan sampah sekaligus melestarikan lingkungan.

Dalam ekonomi sirkuler yang menekankan sirkularitas, model “ambil, buang, buat” dibuang dan warga didorong untuk mencoba menggunakan material selama mungkin atau bahkan tanpa batas.

Banyak hal yang menjadi dasar ekonomi sirkuler bergantung pada material apa yang dimasukkan ke dalam siklus sirkularitas.

Meskipun sirkularitas juga telah membuat kemajuan nyata dan memberikan inspirasi bagi warga dunia, adopsi sirkularitas secara global yang sesungguhnya membutuhkan pergeseran tingkat sistem dan pola pikir.

Demi terwujudnya ekonomi sirkuler dan sirkularitas, para pelaku usaha harus merombak pola pikirnya ke satu tahap yakni bagaimana mendesain produk hingga bagaimana mereka mendefinisikan nilai.

Baca: Mengenal Lebih Dekat Ekonomi Sirkuler

Pertama, proses produksi harus dirancang untuk sirkularitas bahkan jika memungkinkan harus dirancang untuk sirkuler tertutup (limbah diolah kembali menjadi produk awal), bukan hanya keberlanjutan.

Ini berarti memprioritaskan modularitas dengan menggunakan material yang mudah dipisahkan. Di mana, material yang dapat diolah kembali dapat dipisahkan dengan mudah mudah dari bagian lainnya.

Selain itu harus ada pelabelan yang jelas untuk memungkinkan perbaikan, penggunaan kembali, dan daur ulang sejak awal. Tanpa prinsip desain tersebut, daur ulang menjadi mahal, tidak efisien, atau bahkan tidak mungkin.

Kedua, kebijakan harus membuat limbah menjadi mahal dan sirkularitas menguntungkan melalui mekanisme seperti EPR (Extended Producer Responsibility).

Pemerintah di negara-negara di dunia harus memberikan insentif untuk model bisnis yang menerapkan ekonomi sirkuler tertutup, dan sanksi untuk pembuangan material berharga ke tempat pembuangan sampah.

Baca: Tiga Hal yang Membuat Sirkularitas Makin Mungkin Diwujudkan

Ketiga, dukungan finansial dan investasi sangat penting untuk meningkatkan infrastruktur ekonomi sirkuler. Pasalnya, penerapan sirkularitas membutuhkan anggaran besar di awalnya.

Ini termasuk pendanaan teknologi pemulihan material, sistem logistik terbalik, dan kemitraan publik-swasta untuk mendukung pusat penggunaan kembali, terutama di negara-negara Selatan.

Karena material bergerak secara global, kita juga membutuhkan rantai pasokan yang transparan dan standar internasional untuk kandungan daur ulang, kemampuan daur ulang, dan kinerja lingkungan untuk mengukur kemajuan secara konsisten.

Terakhir, sirkularitas bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal budaya dan pola pikir yang dibangun lewat sistem dan kebijakan.

Konsumen harus diberdayakan melalui edukasi, layanan seperti penyewaan dan perbaikan, serta pergeseran pola pikir dari menghargai “barang baru” menjadi menghargai “barang yang tahan lama”.

Hanya ketika semua pilar –pelaku usaha, pengambil kebijakan dan konsumen– berjalan selaras, sirkularitas dapat benar-benar mendunia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *