Mengenang Salim Said: Tokoh Serba Bisa yang Menjadi Teladan Insan Pers Indonesia

Written by

in

7cloud.asia – Wafatnya tokoh pers dan perfilman nasional sekaligus cendekiawan Prof. Salim Said di RSCM, Jakarta, pada Sabtu (18/5/2024) malam merupakan kehilangan besar bagi insan pers nasional.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyatakan berduka atas meninggalnya Salim Said.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, dikutip Antaranews.com menyatakan, Salim Said merupakan teladan bagi insan pers di Tanah Air.

“PWI Pusat sangat berduka atas wafatnya Prof. Salim Said, seorang wartawan di Majalah Tempo yang belakangan lebih dikenal sebagai intelektual,” kata Hendry Ch Bangun menjawab pertanyaan ANTARA.

Baca: Mengenang Romo Mangunwijaya

“Kita kehilangan tokoh pers besar yang semakin jarang tampak padahal dunia pers membutuhkan keteladanan seperti Prof. Salim Said yang produktif dengan karya yang bermutu dan tidak pernah takut menyatakan kebenaran,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PWI Pusat itu melanjutkan almarhum Salim Said juga menunjukkan bahwa wartawan dapat menjadi apa saja untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Semasa hidupnya, Salim Said juga pernah bertugas sebagai duta besar RI untuk Republik Ceko pada 2006–2010, kemudian menjadi anggota MPR RI pada 1998–1999.

Tidak hanya itu, Prof. Salim Said juga aktif mengajar di kampus-kampus ternama Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Baca: Mengenang dokter Lo, pahlawan kemanusiaan dari Solo

Hendry menilai Indonesia punya dua tokoh pers yang serbabisa, yaitu Adam Malik yang jabatan tertingginya merupakan Wakil Presiden RI, dan Salim Said.

“Prof. Salim Said menunjukkan bahwa wartawan dapat menjadi apa saja karena salah satu kuncinya terus belajar, otodidak maupun lewat jalur formal di kampus,” kata dia.

Duka cita mendalam atas berpulangnya Salim Said juga disampaikan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)

“Kami dari organisasi Persatuan Artis Film Indonesia mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas senior kita bapak Salim Said semoga almarhum berpulang dengan khusnul khotimah,” kata Ketua Humas Parfi Evry Joe dalam keterangannya yang diterima Minggu.

 

Baca:Sosok difabel yang menginspirasi

Selain dikenal sebagai wartawan senior sekaligus pengamat politik dan militer, kata Evry, Salim Said juga merupakan tokoh yang berjasa bagi perfilman Indonesia.

Evry mengenang salah satu jasa Salim Said adalah memberikan banyak masukan selama penggarapan film “Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI” arahan sutradara Arific C. Noer.

Salim Said mengembuskan napas terakhirnya di RSCM pada usia 80 tahun. Jasadnya, menurut keluarga, disemayamkan di rumah duka di Jalan Redaksi Nomor 149, Kompleks Wartawan PWI, Cipinang, Jakarta Timur.

Salim Said dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu siang (19/5/2024).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *