7cloud.asia – Sepak bola menjadi olahraga paling populer dengan jumlah penggemar global sebanyak 3,5 miliar orang.
Sayangnya, jumlah penggemar yang besar dengan jangkauan internasional membuat sepakbola memiliki sisi buruk bagi lingkungan yakni jejak karbon yang signifikan
Jejak karbon itu mulai dari stadion dan konsumsi energi hingga emisi dan produksi limbah yang terkait dengan perjalanan dan pertandingan.
Alhasil sepak bola dengan permainan indahnya meninggalkan bekas negatif di planet Bumi.
Emisi klub-klub terbukti sulit untuk dihitung karena secara konsisten emisi masing-masing klub bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi.
Namun, perjalanan yang dilakukan baik oleh penggemar maupun anggota klub/tim sepak bola telah terbukti menjadi penyebab utama dampak negatif sepak bola terhadap lingkungan.
Diperkirakan industri sepak bola global menghasilkan lebih dari 30 juta ton karbon dioksida setiap tahunnya. Jumlah setara dengan total emisi yang dihasilkan Denmark.
Baca Juga: Kerja Keras Coldplay untuk Wujudkan Tur yang Ramah Lingkungan
Sepak Bola Hijau?
Pada tahun 2016, Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan Kerangka Aksi Olahraga untuk Iklim, yang menyerukan para penandatangan untuk mengurangi emisi di sektor ini guna mencapai nol emisi pada tahun 2040.
Liga Premier mendaftar pada tahun 2021, dengan klub-klub termasuk Arsenal, Liverpool, Spurs dan Newcastle serta tim non-liga dan Eropa membuat komitmen secara independen.
FIFA menyampaikan tujuan mereka untuk mengurangi emisi di seluruh acaranya sebagai bagian dari strategi iklimnya dan berharap menjadi organisasi netral karbon pada tahun 2040.
UEFA bergabung dengan kampanye UN Race to Zero pada tahun 2022, dan berjanji untuk mengurangi separuh emisi di seluruh acaranya pada tahun 2030.
Selain itu, UEFA juga memperkenalkan pedoman keberlanjutan untuk membantu klub meningkatkan: konsumsi energi dan air, pembangunan infrastruktur, manufaktur makanan dan pakaian jadi.
Baca Juga: Ubah Cara Kamu Keramas Rambut Agar Lebih Ramah Lingkungan
Dibutuhkan Lebih Banyak
Pada 6 Maret 2024, UEFA meluncurkan Kalkulator Jejak Karbon, sebuah alat online yang dirancang untuk membantu klub dan tim mengelola emisi karbon mereka.
Penghitungan emisi ini tak hanya dari perjalanan tetapi juga dari barang, fasilitas, dan layanan yang dibeli.
Kalkulator tersebut memiliki verifikasi pihak ketiga , telah dikembangkan selama dua tahun.
“Kalkulator Jejak Karbon UEFA mewujudkan ambisi kami untuk menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi bagian dari solusi upaya global untuk mengurangi emisi karbon,” jelas Wakil Presiden UEFA Laura McAllister.
“Dengan menyediakan alat dan panduan bagi para pemangku kepentingan, kami memfasilitasi tindakan kolektif menuju masa depan yang lebih berkelanjutan untuk olahraga dan planet kita.“
Bersama-sama, imbuhnya, kita dapat menunjukkan kepada pemerintah, investor, penggemar, dan mitra komersial bahwa sepak bola berkomitmen untuk mengatasi perubahan iklim .
Alat ini juga akan membantu klub “memahami” jejak karbon mereka dan mendorong mereka untuk mengurangi emisi, menurut Direktur Keberlanjutan UEFA Michele Uva.
Sumber: earth.org baca artikel asli di sini

Leave a Reply