Warna Air Danau Kawah Gunung Dempo Berubah Menjadi Keputihan, Ini Penjelasan ESDM

Written by

in

7cloud.asia – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya perubahan warna air danau kawah Gunung Dempo, di Pagaralam, Sumatera Selatan.

Warna air danau kawah Gunung Dempo yang sebelumnya hijau toska saat ini menjadi abu-abu disertai kemunculan asap berwarna putih dengan intensitas tipis.

“Kemarin air danau kawah Gunung Dempo berwarna toska dan hari ini teramati perubahan warna menjadi abu-abu,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangan di Jakarta, Kamis (9/5/2024).

Ia memaparkan perubahan warna air danau kawah Gunung Dempo itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya curah hujan tinggi, peningkatan suhu air danau.

Baca Juga: Setelah 22 Tahun Tertidur Gunung Ruang Kembali Aktif, 272 Kepala Keluarga Mengungsi

Juga adanya arus konveksi berupa air dengan temperatur lebih tinggi naik ke permukaan sedangkan air yang temperatur lebih rendah turun ke bagian bawah danau.

Selain itu, terdapat indikasi pemanasan yang cukup intensif oleh magma di bawah danau kawah yang tercermin dari meningkatnya amplitudo tremor yang terekam serta asap tipis yang terlihat di atas danau kawah.

“Apabila pemanasan oleh magma berlangsung terus-menerus, maka akan meningkatkan potensi terjadinya erupsi freatik di Gunung Dempo,” kata Wafid.

Gunung Dempo merupakan gunung api tipe strato dan memiliki ketinggian puncak 3.173 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Putuskan Jalur Padang-Bukittinggi

Secara administratif gunung itu berada di Provinsi Sumatera Selatan yang meliputi Lahat, Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.

Sejarah erupsi Gunung Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 32 tahun.

Erupsi terakhir terjadi pada Agustus 2023 berupa erupsi freatik dengan lontaran material lebih kurang 500 meter di sekitar kawah aktif serta hujan abu di sekitar Gunung Dempo.

Pada 1-8 Mei 2024, jaringan stasiun seismik merekam 1 kali gempa frekuensi rendah, 1 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa terasa, 4 kali gempa tektonik jauh, dan 8 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 0,8 milimeter.

Baca Juga: Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara Mulai 11 Maret 2024

Gunung Dempo memiliki potensi bahaya berupa erupsi freatik dengan ancaman bahaya berupa lontaran material dari kawah utama melanda wilayah dengan radius satu kilometer dari pusat erupsi.

Hujan abu tipis dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung pada arah dan kecepatan angin.

Tingkat aktivitas Gunung Dempo saat ini ditetapkan dalam status waspada atau level II.

Badan Geologi meminta penduduk tidak mendekati dan bermalam di pusat aktivitas kawah dalam radius 1 kilometer serta arah bukaan kawah sejauh 2 kilometer ke arah utara.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *