Luhut Bilang Kereta Cepat Sudah Bisa Dilanjutkan hingga Surabaya, Cek Kebenarannya di Sini

Written by

in

7cloud.asia – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan, kereta cepat Jakarta-Bandung sudah layak dilanjutkan hingga ke Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan Luhut usai bertemu Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dalam rangkaian acara pertemuan ke-4 Dialog Tingkat Tinggi dan Mekanisme Kerja Sama keempat Indonesia-Cina (HDCM).

“Untuk kereta cepat Jakarta–Surabaya, kami sepakat segera tim dibentuk. Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh terus mengalami jumlah peningkatan penumpang sejak peluncurannya, sampai pada puncak arus mudik lebaran lalu.“

“Ini sekaligus menjadi bukti bahwa proyek ini selayaknya dapat dilanjutkan sampai ke Surabaya.”

Baca Juga: Mulai 3 Februari, Kereta Cepat Whoosh Terapkan Tarif Dinamis

Untuk mengecek kebenaran ucapan Luhut, The Conversation berkolaborasi dengan Hasran, peneliti kebijakan ketahanan pangan dan perdagangan di Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) untuk memeriksa kebenaran pernyataan Luhut tersebut.

Pernyataannya tidak berdasar
Menurut Hasran, tidak ada data komprehensif yang mendukung klaim terkait jumlah penumpang yang disebutkan Luhut.

Informasi ini biasanya hanya disediakan melalui rilis yang dikeluarkan oleh Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Hasran juga menegaskan bahwa kelayakan melanjutkan proyek ini hingga Surabaya, Jawa Timur, tidak bisa diukur dengan menggunakan jumlah penumpang saja.

Baca Juga: Resmi Beroperasi Hari Ini, Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Diharapkan Dongkrak Jumlah Wisatawan

Diperlukan studi kelayakan seperti misalnya menggunakan cost benefit analysis (analisis biaya dan manfaat).

Jika jumlah penumpang naik, maka otomatis pendapatan akan ikut bertambah. Namun, hal-hal lain juga perlu dihitung biayanya.

Hasran mencontohkan, semakin banyak penumpang maka risiko kerusakan atau reparasi juga makin tinggi.

Saat ini, tidak tersedia informasi yang cukup untuk menyimpulkan apakah keputusan pemerintah untuk melanjutkan proyek ini sudah dilatarbelakangi studi atau belum.

Baca Juga: Tak Disubsidi, Tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung Berkisar Rp250.000 hingga Rp350.000

Tidak bisa diverifikasi
Mempertimbangkan fakta-fakta di atas, Hasran menilai bahwa pernyataan Luhut tidak bisa diverifikasi kebenarannya.

Benar atau tidaknya pernyataan Luhut tersebut memerlukan landasan perhitungan yang valid.

Saat ini, hasil penghitungan dan data terkait yang dibutuhkan untuk menentukan kelayakan belum dipublikasikan.

Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conversation Indonesia bersama Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *