7cloud.asia – Presiden China Xi Jinping, dalam Sebuah pernyataan pada Senin (20/4/2026) mengatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk navigasi setiap saat.
“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk navigasi normal, karena ini melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan dan komunitas internasional,” demikian kutipan pernyataan Xi yang dilaporkan oleh CCTV dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
China mendukung negara-negara Timur Tengah dalam membangun rumah bersama berdasarkan prinsip-prinsip bertetangga baik, pembangunan, keamanan, dan kerja sama, serta dalam mengendalikan masa depan dan takdir mereka sendiri.
Sehingga Beijing mendorong perdamaian dan stabilitas yang langgeng di jalur utama minyak dunia tersebut.
Xi juga mengulangi seruan untuk gencatan senjata dan penghentian permusuhan segera di Timur Tengah.
Baca: Iran Kembali Menutup Selat Hormuz, Karena AS Melanggar Kesepakatan Gencatan Senjata
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan atas penyitaan kapal Iran oleh Amerika Serikat di Teluk Oman.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan pihaknya menyoroti tindakan pencegatan paksa terhadap kapal tersebut.
“Kami menyatakan keprihatinan atas pencegatan paksa kapal terkait oleh Amerika Serikat,” ujar Guo dalam konferensi pers.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi penyitaan kapal dagang Iran Touska yang disebut berupaya menembus blokade AS di Teluk Oman. Menurut CENTCOM, kapal tersebut kini berada di bawah kendali Amerika Serikat.
China juga menyerukan semua pihak untuk mematuhi gencatan senjata, menghindari eskalasi, serta menciptakan kondisi yang diperlukan bagi pemulihan pelayaran normal di Selat Hormuz.
Baca: Iran Sempat Umumkan Selat Hormuz Kembali Dibuka
Angkatan Laut AS mulai melakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz sejak 13 April.
Selat tersebut merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20 persen pengiriman minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.
Pemerintah AS menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintasi selat tersebut selama tidak membayar biaya kepada Teheran.
Sementara otoritas Iran belum mengumumkan kebijakan resmi terkait rencana pungutan tersebut, tetapi telah membahas rencana tersebut.
Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti

Leave a Reply