7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia lewat anak perusahaannya PT KAI Commuter (KCI) berencana untuk menaikkan tarif Commuter Line atau KRL Jabodetabek.
Saat ini, usulan mengenai kenaikan tarif KRL Jabodetabek tersebut masih dibahas Pemerintah.
Salah satu alasan rencana kenaikan ini adalah tarif KRL Jabodetabek belum berubah sejak 2016. Direktur Operasi dan Pemasaran KCI Broer Rizal mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Pemerintah untuk menaikkan tarif KRL Jabodetabek.
Pasalnya, ketentuan tarif KRL Jabodetabek merupakan kewenangan Kemenhub selaku regulator.
“Itu kebijakan dari Pemerintah ya. Kalau kami hanya eksekutor untuk melaksanakan apa yang menjadi keputusan Pemerintah. Usulan dan pembahasannya sudah dilakukan di Kemenhub,” ujarnya saat konferensi pers Angkutan Lebaran 2024 di Jakarta, Selasa (24/4/2024) lalu.
Baca Juga: LRT Jabodebek Angkut Lebih 4,5 Juta Penumpang Sepanjang 2023
Rencana kenaikan tarif KRL Jabotabek ini menuai sorotan dari Anggota Komisi V DPR Toriq Hidayat.
Menurutnya, kebijakan ini akan menempatkan masyarakat Jabodetabek pada tantangan baru yang mengancam kesejahteraan ekonomi mereka.
“Kenaikan tarif KRL Jabodetabek akan memberikan dampak yang signifikan. Terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR). Kenaikan tarif bisa memperberat beban ekonomi mereka.
Dan Ini juga dapat mengakibatkan kesenjangan sosial dan ekonomi yang lebih besar,” ujar Toriq dalam siaran pers yang diterima Parlementaria, Senin (29/4/2024).
Politisi Fraksi PKS tersebut menegaskan bahwa kenaikan tarif tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat, terutama masa pasca pandemi dan ketidakpastian ekonomi yang menyertainya.
Baca Juga: PT KAI: Mayoritas Pengadaan KRL Commuter Line Dipasok PT INKA
Dalam beberapa bulan terakhir, harga-harga bahan pokok terus melonjak tajam.
Pasca pandemi, ujarnya, masyarakat terpaksa mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar.
”Kenaikan tarif hanya akan menambah beban ekonomi mereka. Terutama mereka yang bergantung pada angkutan publik ini setiap hari,” tandasnya.
Terkait hal itu, Toriq menegaskan akan berupaya keras menyerukan kepada Kementerian Perhubungan selaku regulator agar mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Serta, kemudian meninjau kembali rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabk ini dan mencari solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini. Dan memastikan bahwa keputusan terkait tarif transportasi publik nantinya harus ada partisipasi aktif dari publik dan memperhitungkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh” tutup Toriq.
Baca Juga: Integrasi Transportasi Publik di Jakarta, Kunci Penting Agar Masyarakat Tertarik Menggunakaannya

Leave a Reply