Pakar Ingatkan Kontaminasi Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan Laut

Written by

in

7cloud.asia – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengonsumsi spesies laut tertentu secara teratur dapat meningkatkan risiko paparan bahan kimia berbahaya.

Bahan kimia berbahaya yang ditemukan di makanan laut antara lain zat perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl (PFAS), yang biasa disebut sebagai “bahan kimia selamanya”.

Ditulis laman Health, Jumat (26/4/2024), penelitian yang dilakukan pada penduduk Portsmouth, New Hampshire menemukan keberadaan PFAS dalam berbagai produk, dengan konsentrasi tertinggi pada udang dan lobster.

PFAS adalah bahan kimia produksi yang digunakan dalam segala hal mulai dari pakaian hingga insulasi kabel listrik.

Baca Juga: Sering Menghangatkan Opor atau Makanan Besrsantan? Ini Dia Bahayanya

Bahan kimia berbahaya tersebut tidak terurai sepenuhnya sehingga berakhir di udara dan perairan, mencemari makanan dan minuman kita, termasuk makanan laut.

Para ilmuwan telah mengaitkan bahan kimia tersebut dengan beberapa dampak kesehatan manusia, termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan, kerusakan hati, dan peningkatan risiko kanker tertentu.

“Kami berharap hal ini dapat menarik perhatian pada fakta bahwa konsumsi makanan laut dapat menjadi jalur penting paparan PFAS bagi konsumen makanan laut yang tinggi,” ucap rekan penulis studi dan profesor riset di Departemen Ilmu Biologi di Dartmouth College, Celia Y. Chen, PhD.

Namun penulis penelitian Megan Romano, PhD, mencatat bahwa masih banyak yang harus dipelajari tentang hubungan antara PFAS dan makanan laut, termasuk interaksi faktor-faktor yang menyebabkan akumulasi PFAS dalam jaringan hewan air.

Baca Juga: Makanan dan Minuman Ini Bisa Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Para ahli menekankan bahwa Anda tidak perlu menghilangkan makanan laut sama sekali untuk menghindari paparan PFAS yang tidak aman. Sebaliknya, berhati-hatilah saat memilih mana yang akan dimakan.

Makanan laut merupakan sumber protein tanpa lemak dan asam lemak omega yang sangat baik, namun mungkin juga mengandung PFAS atau merkuri, jadi penting bagi kita untuk menjadi konsumen yang berhati-hati.

“Hal ini sangat penting bagi kelompok rentan, seperti orang hamil dan anak kecil,” kata Romano.

Baca Juga: BRIN Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Makanan Saat Ramadhan Demi Kurangi Gas Rumah Kaca

Romano lantas menyarankan masyarakat untuk memilih spesies yang menurut peneliti mengandung PFAS dalam jumlah lebih rendah, seperti nila.

Ikan yang lebih kecil seperti nila atau sarden umumnya cenderung lebih rendah kontaminannya.

“Kuncinya adalah mengonsumsi makanan seimbang yang mencakup beragam makanan sehat dan sumber protein,” kata Romano.

Sumber: antaranews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *