KTT Plastik Ottawa: Masyarakat Internasional Bergulat dengan Masalah Polusi Plastik

Written by

in

7cloud.asia – Ribuan delegasi bertemu di KTT Plastik Ottawa minggu ini untuk mengupayakan perjanjian global mengenai pembatasan sampah plastik.

Saat KTT Plastik Ottawa berlangsung, para ahli mengatakan dunia mungkin tidak akan pernah mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk menghadapi masalah ini.

Dalam serangkaian wawancara dengan The House CBC yang disiarkan pada Sabtu (27/4/2024), para peserta KTT Plastik Ottawa mengatakan bahwa masalah sampah plastik lebih dari sekedar pertanyaan tentang apakah suatu barang tertentu dapat dimasukkan ke dalam tong sampah biru.

KTT Plastik Ottawa juga bukan sekadar apa yang terjadi dengan sedotan plastik dan plastik sekali pakai lainnya

Baca: KTT-plastik-Ottawa-diwarnai-perbedaan-pendapat-tajam-para-pesertanya

KTT Plastik Ottawa adalah pertemuan kedua diselenggarakan PBB, sekaligus yang terakhir sebelum 176 negara menyelesaikan perjanjian untuk mengatasi sampah plastik.

Kesepakatan yang dicapai di KTT Ottawa ini diharapkan menangani plastik di seluruh siklus hidup plastik, mulai dari produksi hingga penggunaan, daur ulang dan pembuangan.

“KTT Plastik Ottawa benar-benar perlu menjadi titik balik, Dunia berada dalam momen penentu keberhasilan negosiasi perjanjian plastik global,” Graham Forbes, pemimpin proyek plastik global di Greenpeace, mengatakan kepada CBC News menjelang pertemuan.

 

Baca: Hari-Bumi-2024-serukan-pengurangan-penggunaan-plastik-demi-lingkungan

Seorang pakar mengatakan kepada The House, Catherine Cullen minggu ini bahwa perjanjian tersebut perlu membahas aspek pembuangan limbah yang lebih mendasar daripada pertanyaan tentang standar plastik internasional dan daur ulang.

“Kenyataannya adalah 67 persen populasi global tidak memiliki akses terhadap layanan pengumpulan sampah,” kata Clarissa Morawski, CEO Reloop Platform, sebuah kelompok advokasi anti-sampah.

Dan itulah alasan mendasar mengapa masyarakat internasional harus mempunyai solusi untuk masalah plastik.

“Jadi, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membuat semua orang di seluruh dunia mencapai tingkat cakupan 95 persen.”

Baca:Hari-Bumi-ingatkan-setiap-generasi-hanya-punya-sekali-kesempatan-untuk-ubah-kebijakan-soal-plastik

Menteri Lingkungan Hidup Kanada, Steven Guilbeault mengatakan kepada Power & Politics CBC minggu ini bahwa pendekatan internasional akan memungkinkan komunitas global untuk memenuhi target ambisius.

Termasuk di dalamnya, tujuan mengakhiri polusi plastik pada tahun 2040 yang disepakati oleh sekelompok negara yang dikenal sebagai Koalisi Ambisi Tinggi.

Steven mengatakan, saat ini hanya segelintir negara yang melakukan hal-hal seperti pelarangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Namun jika sudah ada 100 negara, 150 negara, hampir 200 negara, maka akan lebih mudah untuk melakukan hal tersebut,” katanya.

Sumber:cbc.ca

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *