7cloud.asia – Politisi senior PDI Perjuangan yang juga aktivitis hukum perempuan, Tumbu Saraswati meninggal dunia, Kamis (25/4/2024) siang.
Tumbu Saraswati menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta pada pukul 09.30 waktu Indonesia barat (WIB).
“Komnas Perempuan mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas kepergian Ibu Hj. Tumbu Saraswati, SH binti Haryo Soeroso – Komisioner Komnas Perempuan periode 2010-2014,” tulis Komnas Perempuan.
Baca Juga: Mengenang Pemikiran Kartini: Mendidik Perempuan Berarti Mendidik Satu Bangsa
Sebelum meninggal, Tumbu Saraswati yang saat ini berusia 76 tahun sempat dirawat di rumah sakit karena penyakitnya.
Jenazah almarhumah rencananya akan disemayamkan di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan.
“Mohon keikhlasan untuk mendoakan Almarhumah semoga Almarhumah Husnul Khatimah, diampuni segala kesalahannya dan diterima segala amal baiknya,” tulis akun Komnas Perempuan (@komnasperempuan)
Baca Juga: Ratu Sultanah Nahrasiyah, Perempuan Pertama yang Memimpin Kerajaan Islam di Nusantara
Selain sebagai politikus, perempuan kelahiran Yogyakarta 21-April-1948 ini juga dikanal sebagai sosok pejuang keadilan dan hak-hak perempuan.
Tumbu juga tercatat sebagai pendiri Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) atau para advokat yang mendampingi PDI dan Megawati Soekarnoputri dalam kasus 27 Juli atau yang dikenal dengan peristiwa Kudatuli.
Ia juga pernah menjadi komisioner Komnas Perempuan periode 2010-2014.
Di kalangan aktivis, Tumbu Saraswati dikenal sebagai Srikandi hukum yang luar biasa dan telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia keadilan.
Semangatnya dan dedikasinya untuk keadilan dan perlindungan hak-hak perempuan akan terus dikenang.
“Mohon keikhlasan untuk mendoakan Almarhumah semoga Almarhumah Husnul Khatimah, diampuni segala kesalahannya dan diterima segala amal baiknya,” cuit Komnas Perempuan.

Leave a Reply