PDI Perjuangan Tak Hadir di Penetapan Presiden Terpilih Karena Hormati Proses di PTUN

Written by

in

 

7cloud.asia – Publik, pada Rabu (23/4/2024) membincangkan ketidakhadiran PDI Perjuangan (PDIP) beserta pasangan Ganjar-Mahfud dalam penetapan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih di KPU.

Baik Ganjar maupun Mahfud mengatakan, ketidakhadiran mereka karena terlambat menerima undangan

“Undangan saya tahu setengah jam sebelum acara, sehingga tidak terkejar. Tapi ketidakhadiran saya tidak mengurangi rasa hormat saya pada capres terpilih, ujar Mahfud dalam video yang yang dilansir Antara TV.

Namun, suara berbeda disampaikan politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno.

Dia menyebut sikap PDI Perjuangan (PDIP) dan Ganjar-Mahfud itu untuk menghormati proses gugatan PDI Perjuangan yang sedang berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Baca:KPU-tetapkan-pemenang-pilpres-2024-saat-digugat-di-PTUN

“Untuk menghormati proses yang ada di PTUN,” kata Hendrawan dikutip detik.com, Rabu (24/4/2024).

Hendrawan menilai Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menjalankan fungsinya sebagai penjaga konstitusi.

Karena itu, dia kembali menegaskan PDI Perjuangan (PDIP) dan Ganjar-Mahfud menghormati proses yang sedang berjalan di PTUN.

Dia meminta wartawan membaca rilis pernyataan sikap PDI Perjuangan (PDIP) terkait putusan MK.

Karena, ujarnya, kami menilai MK tidak berfungsi dengan baik sebagai ‘the guardian of constitution’, karena MK tidak menjalankan fungsinya sebagai penjaga konstitusi.

Baca:PDI-perjuangan-nilai-putusan-soal-sengketa-hasil-pilpres-2024-kuatkan-Indonesia-sebagai-negara-kekuasaan

“MK tidak menjaga kehormatan dan komitmen dasar konstitusi dan nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Hendrawan juga bicara terkait perjuangan melawan kekuasaan. Tersirat, Dia menyebut sikap PDI Perjuangan ini adalah bagian melawan pelanggaran dan kesaksian harus diberikan agar kehidupan bisa terjaga.

“Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan melawan lupa, kata Milan Kundera. Rendra juga pernah berpuisi: orang-orang harus dibangunkan, kesaksian harus diberikan, agar kehidupan bisa terjaga,” ujar dia.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *