7cloud.asia – Anggota Komisi II DPR meminta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengantisipasi proses perpindahan orang ke IKN agar tidak menjadi permasalahan di kemudian hari.
Menurut Guspardi Gaus, Otoritas IKN harus diperhatikan betul proses pemindahannya. Terlebih, yang akan berpindah merupakan orang profesional yang memiliki tugas di pemerintahan.
“Ini perlu diantisipasi agar tidak menjadi bumerang, ketika ada proses pemindahan itu dengan beragam persoalan,” kata Guspardi saat rapat kerja dengan Otorita IKN di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta pada Maret lalu,
Lebih lanjut, Politisi Fraksi PAN ini juga mengatakan beberapa negara lain pun memiliki pengalaman dalam membangun ibu kota baru seperti IKN yang kemudian menjadi ibu kota dunia dan modern.
Namun terhadap IKN, ia merasa masih ada kegamangan karena IKN yang masih sepi.
“Perpindahan ini dalam rangka karena banyak masalah di Jakarta untuk kita tinggalkan, sehingga IKN ini perlu jadi ibu kota modern,” kata dia.
Sementara itu, anggota Komisi II DPR lainnya, Aus Hidayat mengatakan bahwa semangat bangsa ini adalah ‘bangunlah jiwanya, bangunlah badannya’, seperti yang terkandung dalam lirik lagu Indonesia Raya.
Namun soal IKN ini, dia mengaku baru melihat badan atau fisiknya saja. Sedangkan jiwa atau spiritnya belum terlihat ataupun dirasakan dengan nyata.
“Jangan sampai tongkrongan garudanya saja yang ada dan mahal sekali, tapi jiwanya nggak ada di sana,” kata Aus.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menjelaskan bahwa proses yang terjadi saat ini adalah masih dalam tahap pertama. Menurutnya tahapan pembangunan IKN bakal berlangsung hingga 2045 dan akan konsisten sesuai rencana.
“Kami baru berada pada tahap awal, membangun fondasi suatu perencanaan yang baik, fondasi dari tempat-tempat yang menjadi jangkar dari pembangunan-pembangunan ke depan,” pungkas Bambang.

Leave a Reply