7cloud.asia – Kasus flu singapura di Indonesia cukup tinggi. Hingga pekan ke 11 tahun 2024 sebanyak 5 ribu pasien terkena penyakit ini.
Berbagai cara untuk mencegah agar tidak terpapar flu singapura, salah satunya dengan menjaga kebersihan diri.
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(k), M.Sc menjelaskan penyakit yang disebut juga sebagai “Hand Foot and Mouth Disease” (HFMD) ini sebenarnya dapat dicegah.
Menurutnya yang paling utama adalah dengan menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan. Selain itu pemberian krim pelembab dapat dilakukan agar kelembaban kulit tetap terjaga.
Namun, jika seseorang sudah tertular penyakit yang sering menyerang anak-anak dan bayi ini, maka disarankan mandi agar tubuh tetap terjaga kebersihannya juga tetap menggunakan krim pelembab kulit.
Baca: Kasus DBD tinggi, menkes minta warga tidak panik
“Kalau bayi, tetap disusui, lalu waspadai tanda bahayanya. Tetap harus mandi. Bekas bentolnya bisa pakai pelembab. Kalau berbekas umumnya bisa hilang sendiri karena kulit akan berganti,” terang Nina seperti dilansir Antaranews.
Selanjutnya Nina menjelaskan seseorang yang mengalami HFMD biasanya akan sembuh dalam waktu 7 sampai 10 hari. Namun jika mengalami ruam cukup banyak biasanya akan membaik pada 12 sampai 14 hari.
Nina mengingatkan, pemberian bedak saat ini sudah tidak dianjurkan lagi untuk mengobati ruam. Cara terbaik untuk mengobati ruam yang timbul akibat HFMD adalah mandi atau menggunakan krim.
Jika terjadi ruam, lanjut Nina, jangan dipecahkan secara paksa dan biarkan membaik dengan sendirinya.
Selain itu para orang tua tak sembarang memberikan antibiotik atau antivirus kepada anaknya saat terserang flu singapura atau HFMD.
Baca: Lima daerah tetapkan KLB DBD
“Virusnya kan ada 4, sayangnya nggak ada antivirus yang spesifik. Jadi tidak perlu diberi antivirus. Antibiotik juga tidak berpengaruh,” ujarnya.
Menurutnya cara pengobatan HFMD adalah mengobati keluhan yang diderita. “Jangan sembarangan langsung minum antibiotik atau antivirus,” ucapnya.
Misalnya, penderita mengalami demam maka dokter akan memberikan obat demam. Terkait virusnya, Nina mengatakan, kekebalan tubuh akan dengan sendirinya memerangi virus tersebut.
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan daya tahan tubuh menentukan tingkat paparan dari berbagai jenis penyakit influenza, termasuk flu singapura.
“Kalau kena infeksi seperti flu, yang penting daya tahan tubuh kita jangan lemah,” ujar Budi Gunadi Sadikin
Baca: Kasus DBD naik 2 kali lipat
Berdasarkan hasil analisa data, kata Menkes Budi, flu singapura bukan varian yang mematikan seperti flu burung.
“Jadi sekali lagi jangan sampai kurang tidur, makannya kurang. Itu pastikan daya tahannya,” katanya.
Kementerian Kesehatan RI melaporkan kasus flu singapura belakangan meningkat signifikan. Pemantauan hingga pekan ke-11 di 2024, total lebih dari 5 ribu pasien terinfeksi flu singapura.
Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes Achmad Farchanny Tri Adriyanto mengatakan, catatan ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama.
Kenaikan kasus ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga melanda negara tetangga, Singapura, yang melaporkan fenomena serupa.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply