Generation Girl dan Jalin Mimpi Berkolaborasi untuk Bantu Pendidikan Petani di Kintamani, Bali

Written by

in

7cloud.asia – Komunitas Jalin Mimpi berkolaborasi dengan Generation Girl membantu mengembangkan pendidikan untuk anak-anak petani di Kintamani, Bali.

Head of Marketing Generation Girl, Audrey Meyer mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Generation Girl setelah sebelumnya juga melakukan penggalangan dana di bulan Ramadhan bersama yayasan lainnya.

Di tahun ini, Generation Girl memilih berkolaborasi bersama Jalin Mimpi yang memiliki kesamaan visi dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Audrey mengatakan, saat memutuskan kerjasama dengan Jalin Mimpi, Generation Girl melihat adanya kesamaan value, di mana mereka  sama-sama peduli tentang pengembangan pendidikan anak-anak di Indonesia.

“Ramadhan ini pun jadi momen yang pas untuk kami turun langsung membantu adik-adik yang masih sulit memperoleh akses pendidikan layak,” tutur Audrey.

Baca: Saatnya pendidikan tika dan moral mendapat perhatian serius

Jalin Mimpi adalah organisasi nirlaba yang fokus membuka pintu menuju masa depan cerah buat anak-anak di Indonesia dengan menyediakan pendidikan gratis. Jalin Mimpi percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun bangsa yang lebih baik.

Sejak tahun 2018, Jalin Mimpi sudah bergerak di berbagai daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Untuk kolaborasi kali ini Jalin Mimpi dan Generation Girl membuka donasi untuk pengembangan pendidikan anak-anak petani di Kintamani, Bali.

Project Coordinator Jalin Mimpi Velicia Saputra menerangkan kalau anak-anak di Kintamani, Bali tidak mendapatkan akses yang cukup untuk mengenyam pendidikan.

Anak-anak di Kintamani, ujarnya, dibesarkan dengan bahasa Ibu mereka, yakni bahasa Bali. Jarang sekali ada yang bisa berbahasa Indonesia apalagi bahasa Inggris.

Baca: Kekerasan marak karena toleransi tidak diajarkan sejak usia dini 

“Dengan adanya learning center di Kintamani, kami berharap bisa membuka peluang baru bagi anak-anak petani di sana sehingga mereka bisa berdaya di tanah kelahiran mereka sendiri,” tutur Velicia

Kecamatan Kintamani, Bali menjadi salah satu contoh ketertinggalan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Bangli, pada tahun 2022 Kecamatan Kintamani menjadi daerah yang memiliki anak-anak putus sekolah terbanyak mencapai 37 siswa di Kabupaten Bangli.

Hal inilah  yang mendasari Generation Girl dan Jalin Mimpi berkolaborasi untuk membangun rumah belajar agar bisa membantu memperbaiki kesenjangan pendidikan di Kintamani.

Sampai saat ini donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp4,416,330, dan akan terus dibuka sampai tanggal 8 April 2024

Baca: Usia kritis bagi kesehatan mental 

Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, setiap donasi yang diterima akan digunakan untuk membangun learning center di Kintamani, Bali (50%).

Sebagian yang lain akan dimanfaatkan untuk membantu pengembangan Yayasan Al Ishlah (25%) dan pengembangan Proyek Pendidikan STEM Generation Girl (25%).

Link donasi (Kitabisa) dapat diakses di https://kitabisa.com/campaign/zakatjalinmimpi atau donasi langsung ke Yayasan Generasi Maju Berkarya (Bank BCA – 6790335129).

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *