7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di DKI Jakarta pada Selasa (19/3/2024) umumnya akan cerah berawan.
Dilansir di laman resminya, BMKG menyebut hanya di sebagian kecil wilayah saja yang akan mengalami kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan.
Dalam prakiraan cuaca nya BMKG juga mencatat, pada hari ini suhu di DKI Jakarta sekitar 26-30 derajat celsius dengan kelembapan 56%-90%.
Seluruh wilayah di DKI Jakarta pada pagi hari diprediksi cerah berawan. Kondisi ini akan berlanjut hingga siang hari.
Namun, sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat (Jakbar) berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.
Baca: Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah
Pada malam hari, kondisi cuaca kembali cerah berawan di seluruh wilayah di DKI Jakarta.
Sementara itu di kawasan Depok dan Tangerang, cuacanya cerah hingga cerah berawan. Di Bogor, sebagian wilayah akan turun hujan ringan.
Sedangkan di Bekasi, setelah cerah berawan pada pagi hari, siang harinya akan turun hujan dengan intensitas ringan.
BMKG juga menyebut, sebanyak 18 wilayah di Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Dikutip dari laman resmi BMKG, bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudra Hindia barat Australia, dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 996 hPa serta bergerak ke arah selatan-barat daya.
Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem
Potensi sistem untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah.
Sistem ini menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Samudra Hindia selatan Jawa-NTB, yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di sekitar Bibit siklon tropis tersebut.
Tropical Storm MEGAN terpantau di Teluk Carpentaria, dengan kecepatan angin maksimum 75 knot dan tekanan udara 970 hPa serta bergerak ke arah selatan-barat daya.
Potensi sistem cenderung melemah dalam 24 jam ke depan. Sistem ini menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Laut Banda, Maluku, Laut Arafuru, Papua dan Teluk Carpentaria.
Hal ini diprediksi mampu meningkatkan tinggi gelombang di sekitar Bibit siklon tropis tersebut.
Sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Sumatera Utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Sumatera utara dan Semenanjung Malaysia.
Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang dari Sumatera Barat hingga Lampung, di Kalimantan Utara, di pesisir selatan Jawa, di Sulawesi bag tengah, di Maluku, Papua barat dan Papua.

Leave a Reply