7cloud.asia – Komisi IV DPR mendesak Kementerian Pertanian untuk mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton untuk meningkatkan produksi beras.
Alokasi pupuk bersubsidi selalu menurun sejak 5 (lima) tahun terakhir. Bahkan, pada tahun 2024 ini, terjadi pengurangan sebanyak 50 persen sehingga menjadi 4,7 juta ton.
Demikian hasil kesimpulan Rapat Kerja Komisi IV bersama Menteri Pertanian di Gedung Nusantara, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2024).
“Komisi IV DPR mendukung pengembalian alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton dengan catatan pengawasan dalam penyaluran dan pendistribusiannya harus ditingkatkan sehingga tidak terjadi penyelewengan,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Erma Rini saat membacakan kesimpulan rapat.
Baca: Petani mengeluh kesulitan membeli pupuk bersubsidi
Dukungan terhadap penambahan jumlah alokasi pupuk bersubsidi ini diberikan untuk menuntaskan masalah dan menjadi solusi cepat untuk peningkatan produksi padi di tahun 2024.
Hal tersebut agar target produksi beras sejumlah 32 juta ton pada tahun 2024 dapat terealisasi.
Di sisi lain, Komisi IV DPR juga meminta Kementerian Pertanian untuk merancang program kerja dengan berdasarkan kebutuhan petani, peternak, dan pekebun sesuai dengan agroekosistem dan potensi komoditas andalan daerah.
“Di antaranya penyediaan pupuk yang mencukupi, benih/bibit bermutu dan berkualitas, infrastruktur pertanian, hingga alat dan mesin pertanian,” tutur Politisi Fraksi PPP itu.
Baca: Opsi mengatasi kelangkaan pupuk subsidi
Dalam rapat itu Anggota Komisi IV DPR Hanan A. Rozak menilai target produksi beras tahun 2024 sebesar 32 juta ton akan sulit tercapai jika subsidi pupuk dipatok sebesar 4,7 ton.
Untuk itu, dia menyarankan adanya refocusing anggaran untuk menambah jumlah subsidi pupuk Petani.
Kita ketahui, ujarnya, bahwa yang namanya tanaman itu sama seperti manusia, dia bisa hidup berkembang bahkan berproduksi manakala asupannya, asupan gizinya, asupan pangannya, cukup.
”Nah kita punya target tadi Pak, (produksi) beras tahun 2024 (sebesar) 32 juta ton. Kita hanya bisa mencapai produksi 32 juta ton ini manakala tanaman padi kita yang kita tanam itu makanannya cukup,” ujarnya.
Hanan juga menyatakan capaian target produksi tahun 2024 ini juga akan sulit, terlebih dengan adanya persoalan hambatan-hambatan produksi seperti adanya El Nino dan juga gagal panen.
Karena itu dia minta pupuk subsidi yang hanya 4,7 juta (ton) dikoreksi. Target produksi komoditi (beras) kita berapa Pak? Apakah (produksi) 32 juta ton itu bisa tercapai?
”Sampaikan ke Menteri Keuangan, ini lho kalau hanya disiapkan pupuk subsidi 4,7 juta (ton) kita tidak bisa mencapai angka (produksi beras) 32 juta ton,” tuturnya.
Baca: Pupuk kandang lebih disarankan demi lingkungan
Hanan juga mengusulkan dilakukan refocusing anggaran. Refocusing ini selain untuk subsidi pupuk, menurutnya juga dapat dialokasikan untuk membiayai hal-hal yang tidak dapat dibiayai petani
Hal lain ini, menurut Hanan, seperti terkait infrastruktur pertanian, perbaikan tata air mikro dan mesin pertanian.
“Kebutuhan pupuk ini disiapkan, ya saya kira tidak mustahil Pak tanpa ada perluasan areal, capaian produksi 32 juta ton beras bahkan saya perkirakan bisa lebih itu bisa tercapai manakala pupuknya bisa dipenuhi,” pungkasnya.
Sumber: Parlementaria

Leave a Reply