Gaya Hidup Minimalis: 9 Langkah Melakukan Refleksi Tenang

Written by

in

7cloud.asia – Praktisi gaya hidup minimalis, Joshua Becker menyarankan melakukan refleksi tenang seminggu sekali dengan meluangkan waktu sepekan sekali untuk menyendiri.

Refleksi tenang ini, menurut Joshua, bukan hanya tentang melihat diri kita sendiri dengan lebih jelas; refleksi ini juga tentang memahami tempat kita di dunia dan jalan kita ke depan.

Joshua menulis, kesendirian dalam refleksi tenang akan menawarkan ruang unik di mana pengaruh dan ekspektasi orang lain sejenak dapat kita singkirkan dari pundak kita.

“Di saat yang sakral ini, suara-suara yang membimbing kita dibungkam, kecuali satu: suara kita sendiri,” tulisnya.

Ia menambahkan, memasukkan kesendirian ke dalam hidup Anda membutuhkan kesengajaan dan kesabaran.

Baca: Satu jam kesendirian dalam refleksi tenang yang penuh arti

Berikut beberapa langkah yang disarankan Joshua Becker untuk membantu Anda memulai refleksi tenang seminggu sekali:

1. Sengajakan diri

Jadwalkan waktu tertentu untuk menyendiri, seperti yang biasa kita lakukan untuk aktivitas penting lainnya. Ini membantu memastikan bahwa perhatian Anda tidak mudah terganggu atau tergoda untuk melewatkannya.

2.Mulailah dari yang kecil

Jika satu jam terasa berat, mulailah dengan 15 hingga 20 menit dan secara bertahap tingkatkan waktunya, mungkin tambahkan 5 hingga 10 menit setiap minggunya.

Hal ini dapat membuat latihan ini lebih mudah diatur dan tidak terlalu mengintimidasi.

Baca: Kelola stress dengan meditasi penuh kesadaran

3. Cari lokasi yang tenang

Lingkungan sekitar Anda akan membuat perbedaan besar. Hindari lokasi yang “bergerak cepat” seperti kantor, dapur, atau tempat apa pun yang mengingatkan Anda pada pekerjaan.

Ingatlah juga bahwa kesendirian akan lebih memuaskan jika ruangan yang Anda gunakan rapi dan nyaman.

4. Tidak ada agenda

Tahan keinginan untuk membawa buku, musik, atau bentuk hiburan atau gangguan lainnya ke dalam kesendirian Anda. Karena tujuan dari kegiatan iniadalah untuk menyendiri dengan pikiran Anda.

5. Harapkan kegelisahan

Wajar jika pikiran Anda berpacu dengan pikiran pada awalnya. Seiring berjalannya waktu, Anda akan menyadari bahwa pikiran Anda mulai melambat, sehingga memungkinkan refleksi yang lebih dalam.

Faktanya, Anda akan menyadari bahwa setelah setiap peningkatan 15 menit, pikiran Anda akan mulai berpikir lebih dalam. melambat sedikit lagi.

Baca: Cara sederhana memulai slow living

6. Siapkan buku untuk mencatat

Memiliki selembar kertas dan pena dapat berguna untuk mencatat hal-hal mendesak yang harus dilakukan yang terlintas dalam pikiran.

Seringkali, hanya menuliskan tugas pada selembar kertas memungkinkan pikiran Anda melepaskannya.

7. Rangkullah apa pun yang datang

Tidak ada pikiran yang benar atau salah saat menyendiri. Jadi, terimalah pemikiran apapun yang muncul dalam kesendirian ini. 

Faktanya, jika pikiran tertentu terus muncul berulang kali, itu mungkin pertanda bahwa pemikiran ini perlu ditelusuri dan digali lebih jauh.

8. Jangan berhenti jika Anda tidak menyukai apa yang Anda temukan

Perjalanan menuju hati kita tidak selalu indah. Terkadang ketika kita mulai menarik kembali lapisan hati kita dan menyadari motivasi terdalam kita, kita tidak menyukai apa yang kita lihat.

Hal ini mungkin sulit bagi sebagian orang dan menyebabkan lebih banyak lagi penghentian. Secara keseluruhan, tapi jangan lakukan itu. Kehidupan yang lebih kaya dan lebih penuh akan segera tiba.

9. Latihan menjadi sempurna

Seperti keterampilan apa pun, kesendirian juga akan menjadi lebih mudah dengan latihan. Jangan berkecil hati karena ketidaknyamanan awal, kurangnya produktivitas, atau bahkan harus menyerah sejak awal.

Dengan semakin sering melakukan latihan, maka akan mudah bagi Anda melakukan refleksi tenang ini. 

Baca: Bisa loh menerapkan slow living di keseharian yang sibuk

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *