Gaya Hidup Minimalis: Satu Jam Kesendirian yang Penuh Arti

Written by

in

7cloud.asia – Selamat hari Sabtu, dan seperti biasa Sabtu adalah saatnya kita kembali membincangkan gaya hidup minimalis. 

Seperti telah disebutkan sebelumnya, gaya hidup minimalis bukan hanya tentang memiliki lebih sedikit barang.

Gaya hidup minimalis juga berarti memikirkan lebih sedikit hal dalam keseharian kita. Menyortir atau menyaring hal-hal yang kita pikirkan akan sangat membantu kita dalam membangun ruang yang lebih luas dalam pikirkan.

Hans Margolius pernah mengatakan ini: “Hanya di perairan yang tenang segala sesuatu mencerminkan dirinya sendiri tanpa terdistorsi. Hanya dalam pikiran yang tenang persepsi dunia memadai.”

Nah, untuk mendapatkan ketenangan inilah, maka sesekali kita perlu menyendiri dan melakukan refleksi. 

Baca: Buang stress dengan meditasi penuh kesadaran 

Refleksi tenang ini bukan hanya tentang melihat diri kita sendiri dengan lebih jelas; refleksi ini juga tentang memahami tempat kita di dunia dan jalan kita ke depan.

Praktisi gaya hidup minimalis, Joshua Becker menulis, kesendirian akan menawarkan ruang unik di mana pengaruh dan ekspektasi orang lain sejenak kita singkirkan dari pundak kita.

“Di saat yang sakral ini, suara-suara yang membimbing kita dibungkam, kecuali satu: suara kita sendiri,” tulisnya.

Di saat inilah kita benar-benar mendengar suara hati kita. Suara ini, ujarnya, sering  tenggelam di tengah beragam tuntutan dan kesibukan sehari-hari.

Tapi suara ini juga dapat memberitahu kita tentang hasrat, ketakutan, dan kebahagiaan terdalam yang kita miliki.

Baca: Meditasi lima menitan yang menenangkan

Kesendirian mengistirahatkan, sekaligus memberi penyegaran yang sulit ditemukan di tempat lain.

Ini adalah jeda dalam kehidupan kita yang terlalu sibuk, jeda dari aktivitas yang terus-menerus, memungkinkan kita untuk tetap tenang.

Istirahat ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga secara mental yang mendalam.  mental, emosional, dan spiritual, meremajakan jiwa dan menyegarkan semangat, mempersiapkan kita menghadapi tantangan dan peluang yang ada di depan.

Salah satu aspek kesendirian yang paling membebaskan adalah kesadaran bahwa orang lain memang bisa hidup tanpa kita, setidaknya untuk sementara waktu.

Kesadaran ini bisa merendahkan sekaligus membebaskan, mengingatkan kita bahwa dunia tidak berada di pundak kita. Kita belajar melepaskan kebutuhan untuk mengontrol, mengelola, dan terlibat dalam segala hal di sekitar kita.

Baca: Gaya hidup minimalis untuk kesehatan mental

Hal ini mengajarkan kita untuk percaya pada orang lain. Kesendirian juga memberikan perspektif berharga tentang masa lalu kita dan kesempatan untuk memetakan masa depan kita.

Dengan mengesampingkan gangguan kehidupan sehari-hari, kita dapat merefleksikan pengalaman kita lebih dalam, belajar dari kesalahan kita dan merayakan kekecewaan kita.

Becker mengatakan, dalam praktik kesendirian akan membekali kita dengan kesabaran yang lebih besar terhadap orang lain.

“Ketika kita memahami diri kita sendiri dengan lebih baik dan merasa lebih damai dengan diri kita sendiri, kita secara alami akhirnya memperluas rahmat ini kepada orang-orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Interaksi kita menjadi lebih ramah, lebih berempati, dan lebih bermakna. Kita belajar untuk mendengarkan dan tak hanya merespons tetapi juga memahami, mengenali nilai dari sudut pandang yang berbeda dari hubungan antarmanusia.

Baca: Gaya hidup minimalis berarti tidak impulsif

Intinya, praktik kesendirian adalah penangkal ampuh terhadap hiruk pikuk kehidupan modern. Praktik ini menawarkan perlindungan bagi jiwa, tempat di mana kita dapat menemukan kejelasan, kedamaian, dan tujuan baru.

Dengan menerapkan praktik ini, kita membuka diri terhadap penemuan dan transformasi diri, menjadi versi diri yang lebih baik demi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Karena itu, Joshua mengajak kita untuk meluangkan waktu satu jam saja setiap minggu untuk menyendiri.

“Satu jam setiap minggu ini dapat mengubah hidup Anda ke arah yang positif setiap saat,” demikian ia menjanjikan.

Bagaimana mempraktekkan kesendirian itu? Kita akan ulas dalam tulisan selanjutnya.   

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *