7cloud.asia – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) saat ini akan memprioritaskan untuk meningkatkan penggunaan Bahasa Indonesia oleh masyarakat dunia.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz usai pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan Balai Bahasa dan Budaya Indonesia (BBBI) se-Australia di Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra.
“Dengan disahkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di sidang umum UNESCO, maka membuanakan bahasa Indonesia di dunia menjadi program prioritas,” jelas Aminudin seperti yang dilansir Antaranews.
Baca: Kemendikbud identifikasi 718 bahasa daerah
Pada pertemuan tersebut, Aminuddin memaparkan berbagai program kebahasaan yang telah disiapkan Badan Bahasa sepanjang 2024 bagi peningkatan penggunaan dan pembelajaran bahasa Indonesia di luar negeri.
Dia mengatakan bahwa bahasa Indonesia saat ini dituturkan oleh 3,3 persen penduduk dunia, dan 174.000 siswa di seluruh dunia. Bahasa Indonesia juga diajarkan di 54 negara dan didukung oleh 523 institusi.
“Target kita adalah memperluas penggunaan bahasa Indonesia di dunia,” ujar Aminudin kepada Dubes RI untuk Australia dan Republik Vanuatu, Siswo Pramono, dan para perwakilan BBBI se-Australia.
Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib, mengatakan acara itu bertujuan mempertemukan para pemangku kepentingan yang peduli dengan pengembangan bahasa Indonesia di Australia dan sebagai sarana penguatan bahasa Indonesia di negara itu.
Baca: Separuh bahasa dunia terancam punah
Najib menjelaskan saat ini BBBI ada di lima wilayah Australia: Australian Capital Territory (ACT), Perth, Victoria dan Tasmania, Queensland, dan New South Wales.
Acara itu dihadiri pula oleh perwakilan Victorian Indonesia Language Teacher Association (VILTA), dan sejumlah akademisi dari Monash University, Deakin University, dan La Trobe University.
Ketua BBI ACT Amrih Widodo menyampaikan dukungannya pada program-program yang dirancang oleh Badan Bahasa, termasuk pengiriman guru bahasa Indonesia.
Menurut dia, kehadiran guru bahasa Indonesia sangat diperlukan karena saat ini sekolah-sekolah di Australia dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi kekurangan pengajar bahasa Indonesia.
Baca: Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi di Unesco
Salah satu kendala yang mengemuka dalam pertemuan ini adalah bahan ajar, yang kurang sesuai konteks pembelajaran di Australia.
“Perlunya konten yang relevan dengan situasi Australia menjadi penting jika ingin menarik minat siswa pada bahasa Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BBI Perth, Danielle Horne menjelaskan pengajaran bahasa Indonesia di Australia perlu difokuskan pada upaya untuk membangkitkan rasa senang anak-anak pada pelajaran itu.
Saat ini Bahasa Indonesia masih menjadi pelajaran wajib di sekolah dasar, tetapi sudah menjadi pelajaran pilihan di sekolah menengah. Anak-anak, ujar Danielle., perlu tahu untuk apa mereka belajar bahasa Indonesia.
Baca: Pemasangan informasi sejarah di Jakarta
Sebagai contoh, anak-anak tertarik belajar bahasa Jepang karena mereka suka dengan manga, anime, yang membuat mereka ingin tahu bahasanya.
Sementara untuk bahasa Indonesia mereka tidak tahu apa yang menarik, sehingga perlu memilih pelajaran tersebut di sekolah.
” Itu yang menyebabkan semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin sedikit siswa yang memilih bahasa Indonesia,” lanjutnya.
Dubes Siswo Pramono yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ketersediaan guru bahasa Indonesia di Australia melalui jalur diplomasi.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply