7cloud.asia – Penebangan liar dan penebangan secara besar-besaran disebut sebagai salah satu penyebab utama rusaknya hutan tropis.
Namun, bagaimana jika penebangan di hutan tropis ini direncanakan dengan cermat dan dilakukan oleh pekerja yang terlatih?
Berikut hasil kajian mengenai penebangan secara cermat di hutan tropis yang ditulis oleh Francis E Putz (Research Professor, University of the Sunshine Coast) dan Claudia Romero (University of the Sunshine Coast).
Beberapa tahun belakangan kampanye publik untuk mengakhiri penebangan hutan tropis mendominasi media populer dan jurnal sains terkenal
Namun, di luar perhatian publik juga tengah berlangsung transisi dari praktik “penambangan kayu” ke “kehutanan yang tertata” (managed forestry) dan berbasis bukti.
Baca: Teknik Daisugi, cara menebang hutan secara berkelanjutan
Mengingat praktik penebangan yang buruk kemungkinan terus berlanjut di sekitar 500 juta hektare hutan tropis, upaya untuk mendorong kehutanan yang bertanggung jawab patut mendapat perhatian lebih.
Dalam laporan terbaru, kami merekomendasikan lima cara memperbaiki pengelolaan hutan tropis, salah satunya dengan penebangan yang tertata.
Pekerjaan ini didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Program Internasional Dinas Kehutanan AS.
Untungnya, praktik-praktik ini sejalan dengan pengelolaan hasil hutan non-kayu seperti buah-buahan, serat, damar dan tanaman obat, serta pelestarian keberagaman hayati.
Praktik ini juga akan mengurangi emisi karbon dan meningkatkan penyerapan karbon dengan lebih irit biaya.
Baca: Mengapa COP 28 tak secara tegas melarang deforestasi
Lima cara untuk memperbaiki nasib hutan tropis.
Penelitian menunjukkan, hutan yang dikelola dengan baik dan ditebang secara selektif bisa menjaga sebagian besar kekayaan dan keberagaman hayati di dalamnya, terutama jika perburuan turut dikendalikan.
Apabila praktik penebangan berdampak rendah diterapkan, hutan masih mampu menjaga stok karbonnya tetap tinggi.
Penebangan 5–10% pohon memang mengurangi jumlah total karbon tersimpan di hutan untuk sementara. Namun, cadangan karbon ini dapat pulih dengan cepat jika kita dapat meredam kerusakan pohon muda dan tanah.
Berikut adalah lima cara untuk memuluskan transisi dari “penambangan kayu” dan penebangan habis ke pengelolaan hutan dengan pemanenan selektif:
1. Memperbaiki praktik penebangan kayu.
Praktik penebangan terencana–dilakukan oleh pekerja terlatih dengan upah berdasarkan praktik penebangan berdampak rendah—meredam erosi tanah,
mengurangi angka cedera pekerja, dan melepaskan emisi karbon 50 persen lebih rendah dibandingkan pembalakan konvensional.
Baca: Deforestasi memicu masalah serius untuk lingkungan
2. Mengurangi limbah kayu.
Pekerja dapat dilatih untuk memaksimalkan perolehan kayu dari pemanenan dan pemrosesan.
Misalnya, jika pohon ditebang dengan benar, tunggulnya (sisa pohon yang masih menancap di tanah) bakal lebih rendah dan batang kayu yang patah akan berkurang.
3. Memberikan waktu untuk pemulihan.
Usaha mempertahankan hasil kayu seringkali mengharuskan hutan dibiarkan lebih lama di antara masa panen (mengurangi frekuensi pemanenan) dan atau membatasi jumlah kayu yang dapat dipanen per satuan luas.
Intensitas pemanenan (jumlah pohon atau volume kayu yang ditebang per satuan luas) dapat dikurangi dengan menambah jarak antarpohon yang dapat ditebang atau dengan menambah ukuran minimum pohon yang dapat ditebang.
Meski mengurangi keuntungan jangka pendek, pembatasan akan memastikan stok kayu yang bisa dipanen pada masa depan. Untungnya, perubahan-perubahan ini juga mengurangi emisi karbon dari hutan.
Pengurangan emisi ini dapat menarik minat investor pasar karbon yang ingin menebus emisi mereka.
Baca: Perkebunan monokultur dituding penyebab utama deforestasi
4. Lindungi pohon-pohon muda.
Jika kita melindungi dan mendorong pertumbuhan pohon-pohon kecil, pohon-pohon tersebut akan tumbuh hingga mencapai ukuran yang sesuai untuk panen berikutnya.
Hal ini sangat penting khususnya di hutan yang telah terganggu oleh penebangan sebelumnya.
Pembersihan pohon dari tanaman merambat berkayu (tumbuhan liana) adalah cara yang relatif murah untuk meningkatkan hasil kayu pada masa depan sekaligus mempercepat laju penyerapan CO2 dari atmosfer.
5. Tanam lebih banyak pohon.
Di area yang tidak memiliki regenerasi spesies pohon komersial secara alami, penanaman pengayaan (enrichment planting) dapat membantu.
Jika pohon-pohon yang ditanam ini dirawat secara teratur selama beberapa tahun, tingkat pertumbuhan dan penyerapan karbon akan meningkat.

Leave a Reply