Ini yang Bisa Dilakukan Masyarakat untuk Menahan Laju Krisis Iklim yang Dipicu Polusi Udara

Written by

in

7cloud.asia – Masyarakat global termasuk Indonesia telah memasuki masa krisis iklim yang mengerikan akibat polusi udara.

Pemerintah sudah semestinya membuat regulasi yang lebih ketat terkait emisi yang memicu polusi udara dan krisis iklim.

Langkah yang dilakukan untuk menghadapi krisis iklim ini antara lain mulai menerapkan di berbagai industri dan kendaraan motor. Menjalankan aturan dengan tegas, mulai dari inspeksi rutin dan denda bagi pelanggar.

Tanpa regulasi yang ketat, kondisi akibat krisis iklim ini akan makin memburuk. Belum lagi jika pemerintah hanya membuat kebijakan tanpa berlandaskan data yang akurat.

Baca: Dampak polusi udara bagi kesehatan mental

Untuk menyusun regulasi terkait ini, pemerintah dapat berembuk dengan para ilmuwan yang telah melakukan riset atau fokus terhadap isu polusi udara dan krisis iklim ini.

Wawan Kurniawan Peneliti di Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia, Universitas Indonesia dalam tulisannya di The Conversation mengatakan, sudah saatnya negara mengedepankan sains dalam merancang berbagai kebijakan.

Pemerintah juga perlu mengakui bahwa polusi udara dapat berdampak pada berbagai macam aspek kehidupan.

 

Baca: Negara miskin butuh bantuan ratusan juta dolar setahun untuk program ramah lingkungan

Hal mendasar ini mungkin bisa menjadi secercah harapan untuk menemukan langkah yang tepat.

Lalu, bagaimana dengan masyarakat? Jawabannya cdalam bukunya yang berjudul This Changes Everything: Capitalism vs. The Climate yang ditulis penulis asal Kanada, Naomi Klein.

Naomi mengatakan kapitalisme pasar bebas dan upaya kita untuk terus mengejar pertumbuhan ekonomi pada akhirnya membawa kita pada kondisi yang buruk seperti ini.

Baca: Ancaman krisis iklim sudah disuarakan sejak 70 tahun silam

Naomi mengatakan gerakan massa dalam menghadapi krisis iklim akan menjadi kunci sekaligus harapan.

Dia berpendapat, perubahan sebenarnya hanya akan datang jika ada tekanan dari bawah, dari rakyat biasa yang menuntut dan memilih untuk bertindak.

Klein berpendapat bahwa masyarakat perlu menghadapi kenyataan ini dengan kepala tegak dan bekerja untuk menciptakan solusi yang berarti.

Baca: Negara miskin paling merasakan dampak krisis iklim

Langkah ini juga termasuk menagih janji pemerintah yang kerap memberikan solusi omong kosong untuk rakyatnya.

Saat dampak polusi udara mulai tampak pada kondisi fisik, pemerintah masih belum memberikan respons yang solutif. Lantas apakah pemerintah harus menunggu dampak mental masyarakat kian nyata?

Seharusnya tidak. Pemerintah lewat kebijakan yang diambil bisa melindungi warganya dari dampak krisis iklim.   

Sumber: The Conversation

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *