7cloud.asia – Sebanyak 18 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Gorontalo harus menjalani perawatan akibat sakit dan kelelahan saat bertugas menyelenggarakan Pemilu 2024.
Ketua KPU Kab. Gorontalo Roy Hamrain di Limboto, Kamis, mengatakan anggota KPPS yang sakit dirawat di puskesmas, rumah sakit, hingga rumah mereka.
“Pelaksanaan Pemilu 2024 Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar, walaupun dalam proses itu ada KPPS kami sempat sakit dan Alhamdulillah sudah dirawat,” ucap Roy.
Pihaknya sudah menyampaikan bahwa apabila anggota KPPS kelelahan dan kondisinya tidak mendukung dalam pelaksanaan tugas, maka bisa beristirahat.
Baca: Panwaslu Kuala Lumpur rekomendasikan pemilihan ulang
“Karena dalam aturan pemungutan dan penghitungan suara itu tanggal 14 Februari, kalau tidak selesai maka dilanjutkan sampai dengan tanggal 15 Februari,” kata dia seperti dilansir Antaranews.com.
Namun, menurut Roy, para petugas KPPS tersebut tetap ingin menyelesaikan tugas mereka di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami sangat hargai pengorbanan mereka, tetapi saat mereka mau bekerja secara terus menerus, mereka sakit dan langsung ditangani oleh puskesmas dan rumah sakit terdekat,” jelas Roy.
Jika di TPS ada anggota KPPS yang harus menjalani perawatan, kata dia, maka semua pekerjaan yang di TPS tersebut masih dapat dilanjutkan oleh anggota KPPS lainnya.
Baca: Sejumlah TPS di Jakarta kebanjiran
Sementara itu seorang petugas KPPS di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat kelelahan setelah mengikuti kegiatan persiapan Pemilu 2024.
Informasi yang diperoleh di Magetan, Selasa, menyebutkan petugas KPPS itu bernama Rita Setyaningsih (41), warga Maospati, Magetan, yang meninggal pada Senin (12/2/2024), sehari setelah mengikuti rapat KPPS untuk persiapan pemilu.
Rita Setyaningsih diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Ketua KPU Kabupaten Magetan Fahrudin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada almarhumah.
Ia berjanji KPU RI akan memberikan perhatian kepada para petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit atau meninggal dunia saat bertugas.
“KPU mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Rita Setyaningsih,” ujar Fahrudin dikonfirmasi wartawan di Magetan.
Rita Setyaningsih merupakan anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 014 Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Magetan.
Dia juga tercatat aktif sebagai staf di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan.
Baca: Prabowo-Gibran unggul di penampungan ODGJ
Almarhumah sempat mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemungutan suara selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat (9/2/2024) hingga Minggu (11/2/2024) malam.
Pada Minggu (11/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Rita mulai mengeluhkan pusing, tangan sebelah kanan kaku dan tangan sebelah kiri lemas.
Rita kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat RSAU Efram Harsana Lanud Iswahjudi Maospati, Magetan. Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 04.00 WIB, Rita dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Mengenai pengganti anggota KPPS yang meninggal, KPU Magetan akan melakukan penggantian dengan menunjuk orang lain yang juga warga setempat.
Baca: Film Dirty Vote ungkap kecurangan di Pmilu 2024
“Akan ada pengganti antarwaktu (PAW) untuk menggantikan tugas almarhumah,” kata Fahrudin.
Guna mencegah kejadian serupa, KPU Kabupaten Magetan akan memberikan makanan tambahan serta vitamin kepada belasan ribu petugas KPPS setempat.
Fahrudin berharap kejadian tersebut tidak terjadi pada petugas KPPS lainnya dan semua anggota penyelenggara pemilu dapat bertugas dengan lancar hingga selesai.

Leave a Reply