7cloud.asia – Sehari jelang pencoblosan Pemilu 2024 muncul diskusi kecil di Whasapp grup alumni tentang caleg yang akan dipilih.
Mereka saling menanyakan siapa calon anggota DPRD Kota/Provinsi yang direkomendasikan untuk dipilih di Pemilu 2024 yang berlangsung hari ini Rabu (14/2/2024).
“Saya sudah punya pilihan calon presiden dan caleg DPR Pusat, apakah ada yang bisa merekomendasikan anggota DPRD provinsi dan kota di Pemilu 2024 besok?” ujar seorang anggota WAG tersebut.
Perbincangan di atas mungkin menjadi cerminan banyak dari pemilih yang masih kebingungan siapa caleg yang akan dipilih di Pemilu 2024 ini.
Baca: Tercatat ada 76.000 lebih WNI di Hong Kong dan Makau yang gunakan hak pilihnya
Selain tidak dikenal para caleg yang maju di Pemilu 2024 ini juga terkesan tidak berusaha mengenalkan dirinya kepada para calon pemilih.
Dalam diskusi “Pemilu Legislatif, Bijak Memilih Pasti Terwakili” yang diselenggarakan Sekretariat Jendral (Setjen) DPR bersama Tempo juga ditemukan sejumlah tantangan demi meningkatkan kualitas pemilu 2024.
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amalia mengatakan, pemilu 2024 banyak didominasi oleh pemilih pemula yang tidak mengetahui latar belakang dari masing-masing Calon Legislatif (Caleg) di Daerah Pemilihannya.
Baca: Film Dirty Vote ungkap kecurangan di Pemilu 2024
Ia mengatakan, banyak caleg muda yang belum dikenal dan bahkan tidak mempunyai pengalaman sebelumnya. Kondisi ini yang menyebabkan banyak pemilih yang tidak tahu kualitas mereka.
“Caranya adalah kita liat dulu latar belakang organisasinya dan keterlibatannya dalam organisasi masyarakat itu sejauh mana dan dampak apa yang sudah diberikan,” kata Ledia di Gedung Nusantara Ruang Abdul Muis Kompleks Parlemen, Senin (12/2/2024).
Ledia menyampaikan, pemilu legislatif adalah momen penting untuk menentukan wakil di Parlemen.
Baca: Tanggapan tiga paslon terkait film Dirty Vote
Meskipun telah banyak kemajuan dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas pemilu. Seperti transparasi dan akuntabilitas.
Sementara itu, Anggota DPR RI Fadli Zon menambahkan pemilu di Indonesia merupakan pemilu yang paling “Kompleks” dibandingkan dengan negara lain.
“Saya sudah mengikuti sejumlah pemilu di negara lain dan bisa dikatakan bahwa Indonesia itu yang paling sederhana semuanya masih manual,” imbuhnya

Leave a Reply