Serangan Israel ke Lebanon Mengancam Kelanjutan Perundingan Damai AS-Iran

Written by

in

7cloud.asia – Delegasi Iran beberapa kali menunda perjalanan mereka ke Islamabad (Pakistan) untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat. Sikap Teheran ini dipicu serangan Israel ke Lebanon, lapor penyiar Iran Press TV pada Jumat, mengutip sebuah sumber.

Pada hari yang sama, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan delegasi AS menuju ke perundingan dengan “pedoman yang cukup jelas” dari Presiden AS Donald Trump. Namun hingga saat ini belum ada informasi mengenai kunjungan delegasi Iran.

Secara khusus, Iran memperingatkan bahwa serangan Israel ke Lebanon dapat merusak jalannya perundingan, kata sumber tersebut kepada penyiar.

Akibatnya, tekanan dari Iran memaksa negara Yahudi tersebut menghentikan serangannya di Beirut (Lebanon). Sumber itu menambahkan bahwa gelombang serangan baru akan membatalkan partisipasi Iran dalam pembicaraan dengan AS.

Pada Selasa (7/4/2026) malam, Presiden Trump mengatakan bahwa ia telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran, serta menyatakan bahwa Iran juga setuju untuk membuka Selat Hormuz.

Baca: Trump menyerah dan menerima usulan gencatan senjata yang diajukan Iran

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian menyatakan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS pada hari Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.

Pada Rabu (8/4/2026), pesawat tempur dan artileri Israel menyerang lebih dari selusin permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota besar Tirus.

Trump mengatakan penghentian serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena adanya gerakan Hizbullah. Namun Iran menganggap itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang dicapai antara AS dan Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pelaksanaan negosiasi untuk mengakhiri konflik AS-Iran bergantung pada komitmen terhadap kewajiban gencatan senjata di semua pihak.

Pakistan telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di ibu kotanya, Islamabad, menjelang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai gencatan senjata dan mengumumkan hari libur nasional pada Kamis dan Jumat (9-10/4/2026).

Baca: Kewalahan, Trump ingin segera mengakhiri operasi militer ke Iran

Proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat, untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, menurut jadwal akan dimulai di Islamabad pada Jumat atas undangan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif.

Pembicaraan tersebut diyakini akan berlangsung di sebuah hotel di distrik administratif, yang telah dalam pengamanan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf akan memimpin delegasi Iran, sementara pihak Amerika Serikat akan diwakili Wakil Presiden J.D. Vance serta dua utusan khusus Presiden Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Putaran pertama perundingan dikabarkan akan dimulai pada Sabtu (11/4) dengan membahas 10 poin proposal Iran, yang termasuk di antaranya soal kendali Iran atas Selat Hormuz, penarikan pasukan Amerika dari Timur Tengah, serta penghentian semua operasi militer.

Salah satu hambatan dalam perundingan tersebut adalah Lebanon, yang telah menjadi sasaran serangan Israel.

Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *