7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menghapus layanan rute 7E jurusan Kampung Rambutan-Ragunan sejak Kamis (1/2/2024) karena berhimpitan dengan rute lain.
Penghentian layanan rute TransJakarta itu diinformasikan melalui akun media sosial, yakni @PT_Transjakarta sejak akhir Januari 2024.
“Sahabat TiJe, layanan Transjakarta rute 7E: Kampung Rambutan-Ragunan beroperasi terakhir pada Kamis, 1 Februari 2024.
Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan rute 7E,” demikian informasi yang disampaikan melalui akun perusahaan tersebut.
Baca: Penumpang TransJakarta ditargetkaan naik menjadi 340 juta pada 2024
Direktur Utama (Dirut) TransJakarta Welfizon Yuza Jumat (2/2/2024) mengatakan, Inti sebenarnya adalah rute itu kita evaluasi karena banyak rute yang berimpitan.
“Rute 7E berimpitan dengan rute 7A (Kampung Rambutan-Lebak Bulus),” katanya seperti dikutip Antaranews.com.
Welfizon mengatakan, penghapusan rute 7E itu untuk mengoptimalkan sarana layanan TransJakarta dalam melayani penumpang agar lebih baik.
“Jadi rute-rute yang berimpitan terlalu banyak, itu kita coba evaluasi. Kami ini punya target, satu adalah terkait layanan untuk masyarakat, sesuai itulah hal yang utama,” ujar Welfizon.
Baca: Integrasi TransJakarta dengan moda angkutan lain
Selain itu, PT TransJakarta juga memiliki target salah satunya terkait layanan penumpang.
“Sehingga PT TransJakarta melakukan evaluasi rute-rute yang memiliki tingkat produktivitas rendah dan masih bisa dilayani oleh rute lain,” katanya.
Evaluasi rute-rute layanan TransJakarta, kata Welfizon, masih terus berlanjut, tidak hanya terkait evaluasi dan penutupan rute, tetapi juga modifikasi halte hingga penambahan armada.
Baca: Bakal ada gerai UMKM di halte TransJakarta
Rute-rute TransJakarta yang memang membutuhkan armada lebih banyak bisa dilakukan realokasi rute sepi penumpang.
“Jadi rute-rute yang tidak terlalu banyak digunakan masyarakat bisa digunakan untuk rute lain. Nanti kita alihkan unitnya, rute-rute yang padat,” katanya.
“Artinya ‘headway’ dan segala macam harus tercapai, tapi di sisi lain kami harus mengoptimalkan subsidi atau PSO yang diberikan oleh Pemprov DKI,” kata Welfizon.

Leave a Reply