Turunkan Angka Stunting, Pasangan Ganjar-Mahfud Bikin Program Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes

Written by

in

7cloud.asia – Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyebutkan, program Ganjar-Mahfud Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes dapat dioptimalisasi untuk menurunkan angka stunting.

Program Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes ini menjadi salah satu program unggulan Ganjar-Mahfud, dan diluncurkan saat kampanye perdana di Merauke November silam.

Program Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes ini kembali disinggung Ganjar saat bertemu tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, ada seorang kader posyandu bernama Warsini yang menyampaikan ke Ganjar ihwal stunting dan menanyakan apa yang akan dilakukan pasangan Ganjar-Mahfud untuk mengatasinya.

Baca: Capres mana yang paling solutif soal stunting?

Secara sat set, Ganjar langsung menjawabnya sambil menyosialisasikan program Ganjar-Mahfud ini.

Menurut Ganjar ada tiga cara yang akan dilakukan untuk mencegah stunting. Langkah pertama untuk mencegah adalah mengatur usia pernikahan.

“Apa yang harus dilakukan jangan menikah terlalu muda, juga jangan terlalu tua. Kalau nikahnya tidak terlalu muda insya Allah sehat. Nanti kalau mau nikah diperiksa suami istri,” ujar Ganjar di hadapan warga, Kamis (18/1/2024).

Baca: Satu dari enam anak Indonesia alami stunting

Langkah selanjutnya adalah mengatur asupan bergizi untuk para ibu, terutama yang sedang hamil.

Dan yang ketiga adalah pasangan suami istri wajib memeriksakan kandungannya secara rutin, salah satunya ke posyandu.

Oleh sebab itu, program 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes menjadi sangat penting untuk direalisasikan agar setiap ibu hamil bisa dipantau dan didampingi langsung oleh tenaga kesehatan, sehingga pencegahan stunting bisa optimal.

Baca: Stunting bukan hanya soal kesehaatan tetapi juga soal ekonomi dan lingkungan

Begitu menikah, begitu istri hamil maka wajib periksa. Maka kenapa setiap desa mesti ada faskes harus ada nakes agar periksanya bisa dibantu dari kader posyandu,” jelas Ganjar.

“Ketika ibu hamil, gizinya diperhatikan itulah yang mencegah stunting pertama kali. Begitu bayi lahir sehat, susunya pake ASI eksklusif,” sambung Ganjar.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *