7cloud.asia – Penampilan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengejutkan dalam debat ketiga Pilpres 2024. Ganjar tampak siap dengan strategi dan arah sikapnya.
Hal ini diungkapkan oleh pakar Komunikasi Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Gilang Gusti Aji..
“Pak Ganjar kali ini tampak lebih siap, dengan konsep dan strategi. Ia mendasarkan pada data-data dan yang paling menarik adalah lebih jelas secara bersikap juga,” jelas Gilang seperti dilansir Antaranews.
Menurutnya Ganjar Pranowo telah belajar dari debat sebelumnya. Pada debat sebelumnya, dia disebut tidak jelas dalam posisi mendukung atau berlawanan dengan pemerintah.
Baca: Ganjar dan Mahfud kompak kenakan jaket bomber army look
“Ketidakjelasan positioning menggerus suaranya, jadi sepertinya saya melihat ia bersikap. Sikap yang jelas ini harapannya menarik simpati pemilih,” katanya.
Meski dapat menarik simpati pemilih, namun mendekati pemilu semua mulai memiliki pilihan. Kalau lihat beberapa hasil survei pemilih yang undecided rata-rata di bawah 10.
“Jadi ini mungkin saja, tetapi yang diperebutkan juga kecil karena ini,” katanya.
Gilang juga menyoroti calon presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan. Menurutnya Anies tetap konsisten dengan strateginya sebelumnya.
Tetapi pada debat kali ini Anies lebih prontal dengan menyerang sejak awal.
“Gagasan yang dia bawa kan sejak awal memang clear, dan cara-cara kampanye yang lebih terbuka mulai berdampak ke suaranya,” katanya.
Baca: Ganjar-Mahfud perkenalkan program kuliah gratis untuk anak TNI/Polri
Dia memandang, gaung Anies mulai menguat meskipun ya masih di kalangan tertentu saja, sebut saja di kelompok media sosial X.
Sedangkan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menurut Gilang seharusnya dapat dengan mudah dilahapnya karena status sebagai menteri pertahanan.
“Saya lihat serangan-serangan dari kedua capres ini menggetarkan Pak Prabowo yang mestinya akan melahap tema ini. Lebih banyak terpancing emosi,” jelasnya.
Debat calon presiden berlangsung cukup panas pada Minggu (07/01/2023) malam yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.
Tema debat ketiga tersebut meliputi pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply