7cloud.asia – Ketika ditugaskan meliput di Jepang pada 2010 silam, saya menemukan satu hal yang menarik, yakni pengendara yang tertib dan selalu mematikan mesin kendaraan saat terhalang lampu merah.
Mematikan mesin saat lampu merah adalah salah satu cara untuk hemat BBM energi sekaligus mengurangi emisi karbon.
Sayangnya, kebiasaan mematikan mesin saat lampu merah ini hingga kini belum menjadi kebiasaan di Indonesia baik untuk hemat BBM maupun mengurangi emisi karbon.
Padahal, di banyak perempatan besar, lampu merah telah dilengkapi papan countdown yang seebnarnya bisa dimanfaatkan untuk hemat BBM sekaligus mengurangi emisi karbon.
Pertanyaannya adalah: Seberapa signifikan kita bisa menghemat bensin? Jangan-jangan untuk kembali menyalakan kendaraan malah membutuhkan lebih banyak bahan bakar?
Baca: Ini yang terjadi jika pembatasan kendaraan berhasil
Untuk mengetahui hal ini, kita bisa membaca hasil riset kecil-kecilan yang dilakukan Hendy Anindito.
Mengutip www.consumerenergycenter.org/myths/idling, Hendy menulis “setiap 2 menit mobil dibiarkan menyala tanpa berjalan (idle) tetap mengkonsumsi bensin sejumlah bensin yang digunakan untuk berkendara satu mil (1,609 Km).
Hmm, cukup lumayan juga BBM yang bisa dihemat dengan mematikan mesin saat lampu merah.
Sementara pengujian yang dilakukan www.edmunds.com/advice/fueleconomy menemukan, kebiasaan mematikan mesin saat lampu merah ternyata bisa menghemat konsumsi bensin sampai 19 persen.
“Dan kalau digabungkan dengan serangkaian kebiasaan yang lain, ini bisa menghemat sampai 37 persen (what a good news),” tulis Hendy di Kompasiana.
Baca: Transisi ke kendaraan listrik tak efektif kurangi emisi karbon
Tak puas, Hendy pun melakukan pengujian sendiri. Kebiasaan ini sudah saya lakukan tiga minggu lalu. Mematikan mesin saat lampu merah. Tujuannya menghemat bahan bakar minyak (BBM).
“Hasilnya? Cukup signifikan. Dari semula isi BBM setiap lima hari sekali, kini menjadi lima setengah hari,” tulisnya di blog dia alonrider.wordpress.com.
Jadi, lanjutnya, kalau tadinya 5 hari harus sudah isi, tapi sekarang menjadi 5 setengah hari berarti sudah menghemat 9% (CMIIW). Lumayan kan?
Namun, ia menambahkan, rule of thumb dari praktek ini adalah:
“Kalau anda harus berhenti lebih dari 1 menit, matikan saja mesinnya. Dan jangan lupa perawatan berkala untuk mesin anda, jangan sampai susah distarter lagi,” tulisnya.
Baca: Pembatasan kendaraan mendesak dilakukan untuk tekan emisi karbon
Tak hanya menghemat BBM dan uang anda, cara ini juga bisa mengurangi emisi karbon yang kita haislkan.
“Biarkan orang-orang di sekitar anda; pengendara motor, pejalan kaki dan mahluk hidup di lingkungan kita juga sempat bernafas,tulisnya.

Leave a Reply