7cloud.asia – Pasukan perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mengatakan pihaknya telah menggelar penyelidikan untuk menentukan apa yang terjadi dalam insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI.
Temuan penyelidikan “awal” atas insiden pada Senin (30/3/2026) “mengarah pada ledakan di pinggir jalan yang menghantam konvoi tersebut”, kata Lacroix kepada Dewan Keamanan PBB.
Kematian mereka “kemungkinan besar” disebabkan oleh sebuah IED (alat peledak rakitan), kata Stéphane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB seperti dilansir BBC.
Soal insiden pada Minggu (29/3/2026), Dujarric mengatakan insiden itu kemungkinan disebabkan oleh “sebuah bahan peledak yang jatuh di posisi yang sedang dijaga oleh pasukan Indonesia”.
Baca: Israel beberapa kali serang Markas UNIFIL
Tapi, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera mengatakan, Praka Farizal Rhomadhon meninggal ketika menjalankan tugasnya sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Farizal, menurut Dimar, terkena serangan mortir tentara Israel saat salat Isya di pos jaga pasukan UNIFIL, dekat Adchit Al Qusayr.
“Yang bersangkutan sedang melaksanakan salat [isya] dan di situ sedang ada mortir artileri yang jatuh di samping masjid,” ungkap Dimar kepada wartawan di rumah duka keluarga Farizal Rhomadon di Yogyakarta, Selasa (31/3/2026).
Dujarric mengatakan para penjaga perdamaian di Lebanon adalah “prajurit yang dikirim ke sana atas nama komunitas internasional… dan semua pihak perlu memastikan bahwa mereka dilindungi dan tidak pernah menjadi sasaran”.
Ia mendesak Lebanon dan Israel untuk menggunakan mekanisme UNIFIL untuk dialog, seraya menyatakan bahwa “intinya adalah kedaulatan dan keutuhan teritorial Lebanon perlu dihormati”.
Baca: Pasukan UNIFIL asal Indonesia terluka akibat serangan Israel
Dalam sebuah pernyataan, UNIFIL mengatakan: “Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, sahabat, dan rekan-rekan para penjaga perdamaian pemberani tersebut yang telah mengorbankan nyawa mereka dalam pengabdian untuk perdamaian.”
Tiga prajurit TNI yang meninggal merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang tengah menjalankan mandat misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu M. Nur Ichwan. Sejumlah prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka serius.
Dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB pada 1978, UNIFIL sejak saat itu berfungsi sebagai penyangga antara Israel dan Lebanon.
Pasukan penjaga perdamaian tersebut berpatroli di “Garis Biru”—perbatasan de facto antara Lebanon dan Israel—bekerja sama dengan tentara Lebanon. Setidaknya, 339 penjaga perdamaian telah tewas sejak misi tersebut dibentuk.
Foto:JurnalPatroliNews

Leave a Reply