7cloud.asia – Peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke babak 16 besar Piala dunia U 17 mengecil setelah takluk 3-1 dari Maroko pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Kamis (16/11/2023) malam.
Dari hasil pertandingan tersebut, Maroko berada di posisi pertama dengan total poin enam memastikan lolos ke 16 besar Piala Dunia U 17.
Timnas Maroko akan menghadapi peringkat tiga terbaik di antara Grup C/D/E Piala Dunia U 17 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, pada 21 November 2023.
Sementara Timnas Indonesia berada di posisi tiga dengan koleksi dua poin. Kepastian Timnas Indonesia lolos ke 16 besar Piala Dunia U 17 2023 harus menanti hasil laga terakhir Grup E dan Grup F.
Baca: Indonesia mampu tahan imbang Panama di penyisihan Grup A Piala Dunia U 17
Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengaku bangga dengan perjuangan Garuda Muda meski harus mengakui keunggulan Maroko dalam laga penyisihan grup A Piala Dunia U-17.
Menurut Erick, meski secara ranking (FIFA) Indonesia terbawah, para pemain telah mencoba yang terbaik,
“Maunya sih dua kali seri dan satu kali menang, tapi belum dikasih,” ujar Erick usai laga timnas Indonesia
Erick mengatakan hasil Piala Dunia U 17 menjadi pelecut bagi PSSI untuk mempersiapkan tim lebih baik lagi, terutama bagi para pemain timnas Indonesia U-17 yang merupakan cikal bakal timnas senior di masa depan.
Erick melihat, dari timnas Indonesia U-17 ini mungkin ada lebih dari setengah potensi pemain tim nasional muda kita ke depan yang harus dijaga.
Baca: Hasil pertandingan pertama Timnas di Piala Dunia U 17
“Jangan sampai mereka dengan hasil hari ini tidak berkembang, mereka masih muda-muda, kita harus terus bina mereka untuk program jangka panjang,” ucap Erick.
Erick merencanakan timnas Indonesia U-17 akan mendapat kesempatan lebih sering melakukan uji coba.
Karena intensitas melawan tim-tim kelas dunia akan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri para Garuda Muda.
Biasanya di FIFA Matchday selalu kami fokus timnas senior, tapi kalau di negara lain tim putrinya tanding, tim juniornya juga tanding.
“Ini yang harus diubah pola pikir kami. Nanti juga ada kejuaraan dunia U-20 pada 2025 yang harus kami persiapkan dari sekarang,” ujarnya.
Baca: Pembagian grup Piala Dunia U 17
Meski belum pasti lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U 17, penampian tim asuhan Bima Saksi layak mendapat acungan jempol. Secara umum Timnas Indonesia mampu mengimbangi Maroko yang secara ranking berada di atas.
Sejak peluit panjang ditiup, anak asuhan Bima Sakti tampil lepas tidak henti berusaha masuk ke pertahanan Maroko, namun belum ada yang membuahkan hasil.
Gol Timnas Maroko dicetak oleh Anas Alaoui pada menit ke-29, Abdelhamid Ait Boudlal menit ke-39 dan Mohamed Hamony menit ke-64. Sementara gol Indonesia dicetak oleh Nabil Asyura menit ke-42.
Namun, setelah skor menjadi 1-0 Timnas Maroko terlihat menguasai lapangan, hampir penguasaan bola ada di kaki para pemain Singa Atlas Muda.
Indonesia berhasil memperkecil ketertinggalan melalui tendangan bebas yang diambil oleh Nabil Asyura pada menit ke-42. Skor sementara menjadi 2-1.
Baca: Maskot dan logo Piala Dunia U 17
Setelah memperkecil ketertinggalan, Indonesia mengancam pertahanan Maroko lewat Nabil dan Kaka, tapi belum bisa menyamakan kedudukan.
Menjelang berakhirnya babak pertama tampak Maroko memperlambat tempo permainan. Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum skor masih 2-1 untuk keunggulan Maroko.
Pada babak kedua, Tim Singa Atlas Muda langsung menggempur pertahanan Indonesia.
Maroko akhirnya menambah gol melalui Mohamed Hamony pada menit ke-64 melalui serangan balik. Skor berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan Maroko.
Posisi ini bertahan hingga wasit Morten Krogh asal Denmark meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Sumber: Antaranews.com

Leave a Reply