Menengok Layanan Kesehatan di Papua Pegunungan

Written by

in

7cloud.asia – Sejak diresmikan menjadi provinsi baru sebagai pemekaran dari Papua, ada beberapa hal yang harus dibenahi di Provinsi Papua Pegunungan. Salah satunya adalah layanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai.

Karena hingga saat ini belum tersedia rumah sakit atau layanan kesehatan setingkat provinsi di Papua Pegunungan.

Bahkan, di rumah sakit yang ada masih banyak kekurangan dokter dan tenaga kesehatan lainnya khususnya di Papua Pegunungan.

Baca: Wisata ke Papua Barat, tak hanya Raja Ampat

“Jadi kami harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama juga ini bisa berjalan sehingga keperluan dokter di khususnya Papua pegunungan ini bisa terpenuhi, ” ujar anggota Komisi IX DPR Alifudin, di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (4/10/2023).

Alifudin mendorong agar minimal perawat sesuai kebutuhan, karena jika kalau tidak ada sama sekali kan kasihan warga Papua Pegunungan. 

Dengan sudah ditetapkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, menurutnya, hal tersebut menjadi percepatan untuk menghasilkan dokter-dokter dan juga dokter spesialis.

Baca: Gereja berperan besar dalam pendidikan di Papua

Juga diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama ini bisa berjalan sehingga keperluan dokter di khususnya Papua pegunungan ini bisa terpenuhi.

“Ke depannya itu (perlu dibangun) rumah sakit. Pertama, sarananya dulu rumah sakit harus diperbaiki karena yang sebagian itu rumah sakit sudah tua,” ujarnya.

Alifudin menilai ruangan-ruangan yang sudah ada sudah bagus, tetapi alat-alat kesehatannya belum memadai.

Baca: Ratusan ribu anak Papua tidak sekolah

Karena itu dalam pertemuan tersebut, Kepala rumah sakit mengusulkan ke  Kementerian Kesehatan apa yang kurang supaya bisa ditambah.

“Dan peralatan yang belum ada bisa diberikan, apakah tahun ini atau tahun yang akan datang,” ujar Alifudin

Lebih lanjut, Alifudin juga menyebutkan bahwa dengan disahkannya Undang-Undang Keseharan baru-baru ini, diharapkan akan terbuka peluang yang lebih besar untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di sektor kesehatan. 

Baca: Kisah penerima beasiswa di Kepulauan Aru

“Kita harapkan ini ditingkatkan menjadi rumah sakit provinsi. Ini mungkin akan lebih hemat biayanya daripada kita membuat rumah sakit baru,” ujarnya.

Bagaimana agar rumah sakit yang ada ini betul-betul direhab total,  segala fasilitasnya dipenuhi, gedungnya, alat kesehatan, dan juga tenaga kesehatan kita tambah itu akan lebih baik daripada kita membuat rumah sakit baru.

Ia menyebut rumah sakit baru yang sedang direncanakan agak jauh di luar kota, butuh perjalanan yang lebih lama sehingga lebih baik rumah sakit yang ada ditingkatkan fasilitasnya. 

“Lebih bagus yang ada dulu ini kita rehab total dengan menambah dokter dan segala tenaga kesehatan lainnya,” jelasnya Alifudin.

Sumber: Parlementaria

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *