7cloud.asia – Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa sebenarnya anak sejak bayi sudah akrab dengan sains.
Anak-anak belajar sains secara alami seperti menjatuhkan benda, bermain bola atau mainan lainnya saat bayi mandi di bak mandinya, memercikkan air ketika mandi di dalam bak mandi.
Cara-cara sederhana seperti itu kerap dilakukan anak, dan orangtua seharusnya mendukung serta membimbing mereka agar bisa membuat penemuan baru lainnya.
Baca: Mengapa tes calistung dihapus dari seleksi masuk SD
Mekansir laman Unicef, beberapa cara yang dapat orangtua lakukan agar anak belajar sains sejak dini dan menjadi ilmuwan kecil, yaitu:
1. Biarkan anak memimpin
Orangtua melihat apa yang menarik minat si kecil secara alami. Seperti bermain puzzle, biarkan si kecil mencoba dengan berbagai cara untuk memasang potongan puzzle.
Beri mereka kesempatan untuk mencari tahu sendiri masalahnya dan jika mereka mengalami kebuntuan, maka bantulah menyelesaikannya.
2. Ajak anak berbincang soal sains
Orangtua juga dapat mengajak anak berbicara tentang apa yang terjadi saat mereka bermain dan bereksperimen.
Misalnya, saat anak mandi di dalam bak mandi sambil memasukkan bola dan beberapa mainannya.
Ajukan mereka pertanyaan agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam – “Mengapa menurut Anda mainan itu tetap berada di atas air dan yang lainnya tenggelam?”
Baca: Menumbuhkan motivasi belajar pada anak
3. Ajak anak ke luar mengenali lingkungan
Ada banyak hal yang bisa dijumpai dan dipelajari saat mengajak anak untuk sekadar berjalan-jalan.
Misalnya Anda mengajak bermain ke taman. Anda dapat membicarakan tentang hewan apa yang Anda lihat, seperti apa cuacanya, dan tanaman apa yang tumbuh.
Sentuh daun dan bebatuan dengan lembut, dengarkan suara hewan dan ajak anak untuk menceritakan pengalaman yang alami.
Ajak anak berbincang dan mengeksplorasi mengapa daun dan bunga memiliki warna dan bau yang berbeda.
Baca: Mengapa pendidikan montessori makin diminati
Orangtua juga dapat membicarakan cuaca dengan anak. Misalnya ketika hujan turun. Mengapa itu bisa terjadi?
Biarkan anak berpikir dengan jawabannya sendiri. Anda dapat membantu menjelaskan proses terjadinya hujan kepada mereka.
4. Dorong rasa ingin tahu anak
Beri anak Anda berbagai benda seperti daun, kerang, batu, atau kain lembut. Ajaklah mereka untuk merasakan dan menjelajahi masing-masing.
Biarkan anak Anda menjelaskan apa yang membuat benda-benda tersebut sama atau berbeda.
Hal ini akan membuat anak penasaran dan mengeksplorasi konsep bentuk, ukuran, dan tekstur.
Anda bisa mencobanya dengan makanan yang mereka makan juga: “Apakah manis atau asam?” “Apakah lembut atau renyah?”
Baca: Cara mudah menumbuhkan minat membaca anak sejak dini
5. Bergabunglah dalam pembelajaran
Sebagai orangtua harus ingat bahwa yang terpenting bukanlah memiliki semua jawaban, tetapi menjadi peran orangtua disini adalah menjadi mitra anak dalam menemukan jawabannya.
Percobaan lainnya adalah ketika anak mencampur cat berwarna berbeda. Pasti akan menghasilkan warna lain lagi. Atau lihat bola mana yang memantul lebih tinggi.
Orangtua memang tidak harus mengetahui jawaban semua pertanyaan anak. karena itu, Anda bisa menulis pertanyaan yang diajukan anak, lantas bisa mencari jawabannya bersama.
Yang harus orangtua ingat, sains adalah tentang menjelajahi dan mengajukan pertanyaan. Jadi bukan sesuatu yang statis apalagi dogmatis.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply