7cloud.asia – Duduk terlalu lama bisa berdampak pada terganggunya sistem metabolisme tubuh.
Bahkan jika dilakukan sering dan dalam jangka waktu yang lama, kebisaan duduk terlalu lama bisa memicu berbagai penyakit berat.
Banyak aktivitas yang membuat orang duduk terlalu lama, seperti menonton
televisi, bekerja didepan komputer, menyetir kendaraan, menghadiri rapat di kantor, dan lain-lain.
Kebiasaan duduk terlalu lama membuat kita jadi jarang bergerak sehingga bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.
Duduk terlalu lama bisa berdampak pada terganggunya sistem metabolisme tubuh.
Baca: Manfaat meditasi untuk kesehatan mental
Bahkan jika dilakukan sering dan dalam jangka waktu yang lama, tidak menutup kemungkinan terkena penyakit berat.
Berikut ini beberapa dampak yang akan terjadi jika terlalu sering melakukan aktivitas sambil duduk seperti yang dikutip Halodoc.
1. Penumpukan lemak di sekitar perut dan komplikasi pencernaan.
Adanya jumlah lemak yang tertimbun dalam perut. Saat duduk terlalu lama, maka seseorang jadi kurang bergerak dan berolahraga.
Hal ini membuat tubuh menjadi kesulitan membakar lemak. Akibatnya timbul rasa tidak nyaman di pencernaan seperti sembelit, kram, kembung dan buang gas yang berlebihan.
Baca: Ragam meditasi terpandu yang bagus untuk kesehatan fisik dan mental
2. Gangguan postur tubuh.
Duduk yang berlebihan akan meningkatkan resiko gangguan pada postur tubuh.
Biasanya hal ini terjadi setelah kebiasaan duduk terlalu lama yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun.
Beberapa jenis gangguan yang sering dirasakan adalah sakit yang berlebihan pada leher dan bahu, perubahan postur tulang belakang karena menjadi penopang badan saat duduk.
Duduk terlalu lama juga bisa memmicu gangguan sendi bagian belakang yang disebabkan karena bagian tubuh belakang tidak bergerak dengan bebas.
Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental
3. Nyeri otot dan atrofi otot
Hal yang sering dikeluhkan dan dirasakan saat duduk terlalu lama adalah terasa kaku, pegal dan nyeri pada otot punggung, bahu, dan pinggul.
Sebab, otot-otot tersebut bekerja lebih berat dan nyeri akan bertambah parah dan lebih cepat datang jika sering duduk dengan postur yang tidak benar.
Di lain sisi, kaki dan bokong yang jadi jarang digerakkan bisa mengalami atrofi otot, sehingga otot-otot tersebut menjadi lemah. Risikonya Anda akan rentan mengalami cedera.
4. Sakit pinggang
Selain pada otot, duduk terlalu lama juga dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama di bagian pinggang.
Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia nukleus pulposus yang dapat
menyebabkan nyeri kronis.
Baca: Olah raga sore bermanfaat atasi gejala diabetes tipe 2
5. Osteoporosis
Bergerak tidak hanya bermanfaat untuk menguatkan otot, tapi juga untuk
memadatkan tulang.
Itulah mengapa orang lanjut usia yang sudah tidak aktif lebih berisiko
terkena osteoporosis. Jika sejak muda tidak aktif bergerak dan lebih banyak duduk atau bersantai, maka risiko mengalami osteoporosis lebih cepat
6. Pembekuan darah.
Dampak lainnya adalah dapat menyebabkan bagian pembuluh darah terutama kaki tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Hal ini bisa menyebabkan adanya rasa kesemutan dan pembengkakan di bagian
pergelangan kaki serta munculnya varises.
Baca: Kondisi lingkungan berpengaruh bagi penyembuhan pasien asma
7. Penyakit Jantung
Posisi duduk yang terlalu lama akan memperlambat proses metabolisme. Sebab
darah yang mengalir ke tubuh berjalan lebih lambat sehingga otot tidak bisa
membakar kalori.
Di dalam kalori ada lemak yang jika tertimbun dalam pembuluh darah dapat
menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan gangguan pada jantung.
8. Penyakit Diabetes.
Risiko lain duduk terlau lama adalah dapat menurunkan sistem kerja pankreas. Pankreas akan menghasilkan insulin lebih sedikit dari yang seharusnya.
Akibatnya ada banyak gula di dalam tubuh. Jika hal ini dibiarkna terlalu lama maka risiko penyakit diabetes akan muncul.
Baca: Pro kontra penggunaan ganja untuk kesehatan
9. Meningkatnya risiko kanker.
Selain itu, duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko kanker payudara, kanker rahim, dan kanker usus besar.
Risiko kanker menjadi lebih tinggi karena tubuh kurang aktif bergerak sehingga
antioksidan dalam tubuh menjadi berkurang.
10. Penurunan fungsi otak.
Saat Anda duduk terlalu lama, otak tidak mendapat asupan darah dan oksigen yang cukup.
Padahal otak membutuhkan oksigen dan darah yang cukup untuk melepaskan bahan kimia dalam tubuh. Akibatnya fungsi otak lebih cepat menurun.
Baca: Dampak polusi udara untuk kesehatan
Beberapa hal yang dapat dicoba agar duduk tak terlalu lama:
Cobalah untuk mengetik sambil berdiri selama beberapa saat.
Gunakan kursi ergonomis yang mendukung postur tubuh saat duduk
Berdiri dan berjalanlah saat menelepon atau hendak berdiskusi dengan rekan
kerja.
Gunakan tangga dibanding lift, jika hanya untuk turun atau naik 1–2 lantai.
Pilih untuk berdiri dalam bus atau kereta saat di jalan pulang pergi
beraktivitas.
Ganti saluran TV dengan berjalan mendekati TV daripada menggunakan remote control.
Lakukan hobi yang memungkinkan aktif bergerak, seperti bersepeda,
memasak, atau menari.
Bersihkan rumah di saat waktu luang karena aktivitas ini juga menyehatkan.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply